KRI Nanggala-402 Dinyatakan Tenggelam, Ustaz Abdul Somad Imbau Umat Islam Bacakan Doa Ini

Peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 menjadi perhatian berbagai kalangan, tak terkecuali Ustaz Abdul Somad (UAS).

Surya.co.id
Ustaz Abdul Somad 

TRIBUNTERNATE.COM – Peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 menjadi perhatian berbagai kalangan, tak terkecuali para ulama.

Sejumlah ulama, tokoh masyarakat hingga publik figur pun meminta masyarakat berdoa untuk keselamatan KRI Nanggala-402.

Salah satunya adalah Ustaz Abdul Somad, secara khusus ia memberikan imbauannya kepada umat Muslim terkait insiden tenggelamnya KRI Nanggala-402.

Diketahui sebelumnya, KRI Nanggala-402 telah dinyatakan tenggelam atau isyarat subsunk di perairan laut utara Bali, pada Sabtu (24/4/2021) sore.

Tenggelamnya KRI Nanggala-402 ini diawali ketika kapal selam buatan Jerman itu mengikuti latihan penembakan senjata strategis TNI AL 2021,

Sesuai rencana, kapal selam ini hendak melakukan latihan tembak torpedo kepala perang, pada Rabu (22/4/2021) dini hari.

Kepala Staf TNI AL Laksamana Yudo Margono menjelaskan, latihan dimulai sekitar 02.30 Wita.

"Sesuai prosedur, pukul 02.30 sudah dilakukan isyarat terbit yakni mulai latihan," kataya saat konferensi pers di Bali, pada Kamis.

Baca juga: KRI Nanggala-402 Dinyatakan Tenggelam, Panglima TNI: Saya Sampaikan Rasa Prihatin yang Mendalam

Baca juga: Mantan Komandan Korps Marinir Beberkan Alasan Mengapa KRI Nanggala-402 Sulit Dideteksi

FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017).
FOTO ARSIP - Kapal selam KRI Nanggala-402 buatan tahun 1952 saat latihan Pratugas Satgas Operasi Pengamanan Perbatasan (Pamtas) Maphilindo 2017 di Laut Jawa, Jumat (20/1/2017). (ANTARA FOTO/Syaiful Arif/rwa via Kompas.com)

Lalu pada 03.00 Wita, kapal buatan Jerman ini izin menyelam pada kedalaman 13 meter untuk persiapan menembak torpedo.

Sesuai prosedur dalam penembakan tersebut kapal selam didampingi sea rider penjejak yang di dalamnya ada Kopaska.

Nantinya jika torpedo meluncur, maka sea rider akan mengikuti.

Saat itu, geladak haluan dan conning tower masih terlihat oleh tim penjejak dalam jarak 50 meter.

Sekitar 03.30 Wita, KRI lain yang terlibat latihan memeriksa torpedo warning dan dalam hal ini unsur lain sudah persiapan torpedo meluncur.

Namun sekitar 03.46 Wita, sea rider memonitor periskop dan lampu pengenal dari KRI Nanggala-402 perlahan mulai menyelam dan tak terlihat.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Solo
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved