Breaking News:

Terpidana Terorisme Ali Imron Mengaku Bersyukur Lihat Skala Serangan Bom di Makassar, Mengapa?

Terpidana terorisme Bom Bali 1, Ali Imron mengaku bersyukur dan lega melihat serangan terror yang belakangan terjadi.

Tangkap layar kanal YouTube Akbar Faizal Uncencored
Ali Imron mengaku bersyukur melihat skala serangan bom bunuh diri di Makassar. 

Menurut pengakuan Ali Imron, di Indonesia terdapat dua kelompok teroris tersebut.

Ali Imron mengatakan, pada saat ini kedua kelompok itu tidak akur atau bermusuhan satu sama lain.

Ia menyebut, hal itu patut disyukuri karena akan sangat berbahaya apabila dua kelompok itu bersatu.

"Bersyukurnya kita yang normal, Alhamdulillah mereka (Al-Qaeda dan ISIS), enggak akur," kata dia.

"Ini yang harus bersyukur, kalau akur waduh bahaya sekali," sambungnya.

Ali Imron lalu menggambarkan bahwa dari total 400 orang alumni teroris dari Afghanistan dan Jamaah Islamiyah, baru 20 di antara mereka yang melakukan aksi teror.

"Sebetulnya saya sangat gigih sekali untuk deradikalisasi," ujar dia.

Dirinya lalu menceritakan bagaimana upaya deradikalisasi yang ia lakukan mampu memengaruhi alumni teroris Afghanistan di Indonesia sehingga tidak ada dari mereka yang terlibat aksi teror.

Menurut penjelasan Ali Imron, aksi-aksi teror di Indonesia justru dimotori oleh para teroris lokal atau dalam negeri.

Kemudian ia menekankan bahwa deradikalisasi menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.

Halaman
1234
Editor: Ronna Qurrata Ayun
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved