Breaking News:

Terpidana Terorisme Ali Imron Mengaku Bersyukur Lihat Skala Serangan Bom di Makassar, Mengapa?

Terpidana terorisme Bom Bali 1, Ali Imron mengaku bersyukur dan lega melihat serangan terror yang belakangan terjadi.

Tangkap layar kanal YouTube Akbar Faizal Uncencored
Ali Imron mengaku bersyukur melihat skala serangan bom bunuh diri di Makassar. 

TRIBUNTERNATE.COM – Terpidana terorisme Bom Bali 1, Ali Imron mengaku bersyukur dan lega melihat serangan terror yang belakangan terjadi.

Serangan itu di antaranya bom bunuh diri di Gereja Katedral Makassar dan serangan teror di Mabes Polri.

Menurut Ali Imron, serangan-serangan tersebut merupakan serangan teror yang tergolong berskala kecil.

Hal itu ia sampaikan mealalui sebuah video di kanal YouTube Akbar Faizal Uncensored, Kamis (29/4/2021).

"Ada pengamat atau orang itu yang bilang, 'oh ini gagal deradikalisasi yang di Indonesia'. Saya gitu itu ikut jengkel," kata Ali Imron.

Ali Imron mengaku menyadari betul betapa besar pergerakan terorisme di Indonesia.

Berkaca dari data tersebut, ia merasa bersyukur serangan terorisme di Indonesia tidak mencapai skala yang besar.

"Saya tidak meremehkan para korban (sasaran aksi teror), tetapi ketika aksi teror itu cuma seperti itu, saya bersyukur," kata Ali Imron.

"Karena saya tahu petanya terorisme di Indonesia itu besar sekali," lanjutnya.

Baca juga: Soal Pemulangan WNI Eks ISIS, Pelaku Bom Bali Ali Imron: Cukup 2 Jam Cuci Otak Orang Jadi Teroris

Baca juga: Analisis Ahli Terkait Aksi Teror di Mabes Polri, Nekat atau Aksi Terencana untuk Bunuh Diri?

Petugas Kepolisian melakukan olah TKP ledakan di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Polisi menyatakan bom yang meledak tersebut merupakan bom bunuh diri.
Petugas Kepolisian melakukan olah TKP ledakan di Gereja Hati Yesus Yang Mahakudus atau Katedral Makassar, Minggu (28/3/2021). Polisi menyatakan bom yang meledak tersebut merupakan bom bunuh diri. (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Ia menjelaskan, pada dasarnya, kelompok teroris baik dalam skala global maupun nasional dibagi menjadi dua kelompok, yakni Al-qaeda dan afiliasinya serta ISIS dan afiliasinya.

Halaman
1234
Editor: Ronna Qurrata Ayun
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved