Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Menkes RI: Varian Baru Covid-19 yang Masuk ke Indonesia termasuk Kategori Variant of Concern WHO

"Jadi selain mutasi dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden, sudah ada dua mutasi dari India masuk, dan satu mutasi dari Afrika Selatan,"

TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI - Simulasi penanganan pasien virus corona Covid-19 di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. 

TRIBUNTERNATE.COM - Belum usai pandemi virus corona Covid-19, dua varian baru virus corona sudah masuk ke Indonesia.

Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin.

Dua kasus varian baru virus corona yang berasal dari India dan Afrika Selatan ini ditemukan di Jakarta dan Bali.

Masing-masing dua kasus varian baru India di Jakarta, dan satu kasus varian baru Afrika Selatan di Bali.

Angka tersebut menambah daftar kasus Covid-19 varian baru di Indonesia, setelah sebelumnya dilaporkan ada 13 kasus mutasi virus corona dari Inggris.

"Sudah ada mutasi baru yang masuk, yaitu mutasi dari India ada dua insiden yang sudah kita lihat, dua-duanya di Jakarta, dan satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk yang ada di Bali," kata Budi Gunadi Sadikin dalam video yang diunggah kanal YouTube Sekretariat Kabinet RI, Senin (3/5/2021).

"Jadi selain mutasi dari Inggris yang sekarang sudah ada 13 insiden, sudah ada dua mutasi dari India masuk, dan satu mutasi dari Afrika Selatan," jelasnya.

Baca juga: Kasus Kematian Harian Covid-19 di India Pecah Rekor Lagi, Pemerintah Pusat Enggan Terapkan Lockdown

Baca juga: Menkes Umumkan Varian Baru Virus Corona dari India dan Afrika Selatan Telah Masuk ke Indonesia

Baca juga: WHO: Varian Baru Virus Corona Penyebab Tsunami Covid-19 di India Sudah Terdeteksi di 17 Negara

Menkes Budi menambahkan, mutasi-mutasi virus corona tersebut termasuk ke dalam kategori variant of concern atau mutasi yang mendapat perhatian khusus oleh Badan Kesehatan Dunia atau WHO.

Varian baru itu masuk kategori variant of concern karena tingkat penularannya yang relatif lebih tinggi dari virus corona sebelumnya.

"Mutasi-mutasi ini yang masuk sebagai kategori variant of concern atau mutasi-mutasi yang memang sangat diperhatikan oleh WHO karena penularannya relatif lebih tinggi," papar Budi Sadikin

Untuk itu, Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat benar-benar saling menjaga, yakni dengan segera melakukan isolasi saat terinfeksi.

Pemerintah juga akan mengupayakan 3T (testing, tracing, treatment) untuk kotak erat di daerah yang terdapat kasus Covid-19.

"Yang paling penting sekali lagi, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Apa pun virusnya, apa pun mutasinya, kalau kita disiplin protokol kesehatannya, insyaallah harusnya penularan tidak terjadi," kata Budi Gunadi Sadikin.

Baca juga: Bill Gates dan Melinda Gates Bercerai, Simak Sejarah Kisah Cintanya yang Bermula dari Tempat Kerja

Baca juga: Ada Isu Puluhan Pegawai KPK Tak Lolos Ujian ASN, ICW dan Sekjen KPK Sama-sama Beri Tanggapan

Baca juga: Wanita Pengirim Sate Beracun Sudah Diamankan: Kasus Masih Belum Berakhir, Ayah Korban Masih Trauma

Lebih lanjut, Budi Sadikin memberikan keterangan mengenai perkembangan kasus Covid-19 di Indonesia.

Sebelumnya pemerintah mengkhawatirkan lonjakan kasus yang bakal terjadi setelah libur paskah.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved