Breaking News:

Febri Diansyah: Kata 'Kebangsaan' Dijadikan Alat untuk Mematikan Pemberantasan Korupsi

Febri Diansyah menyebut, jika orang yang bersih dan membongkar upaya korupsi akan diusir dari KPK, itu adalah pembusukan upaya pemberantasan korupsi.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
Tribunnews/Irwan Rismawan
Febri Diansyah, saat masih menjabat sebagai Kepala Biro Humas KPK, berpose usai wawancara khusus dengan Tribunnews.com di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (27/12/2019). 

Ia menyebut, sosok yang tidak berwawasan kebangsaan adalah koruptor, bukan para pemburu koruptor.

Dengan kelakuan koruptor yang mengeksploitasi negara dan mencuri hak rakyat, Febri Diansyah pun mempertanyakan wawasan kebangsaan apa yang dimiliki koruptor.

Ia juga mempertanyakan, mengapa orang-orang yang teguh melawan korupsi disingkirkan dengan dalih tidak lolos TWK.

Cuitan Febri Diansyah
Cuitan Febri Diansyah (Twitter/febridiansyah)

Baca juga: Kapal Asal India Bersandar di Riau, Kapten dan Seluruh ABK Dinyatakan Positif Covid-19

Baca juga: 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes ASN, Kepala Setara Institute: Lolos, Tidak Lolos adalah Hal yang Lumrah

Baca juga: Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, Pengamat: Latar Belakangnya Tidak Cocok dengan Sains

Langkah pemecatan pegawai KPK yang tidak lolos tes ASN telah dianggap sebagai upaya penyingkiran para pemberantas korupsi dari lembaga antirasuah tersebut.

Hal ini juga disoroti oleh Febri Diansyah melalui utas cuitannya yang diunggah pada Selasa (4/5/2021) lalu.

Mula-mula, Febri Diansyah menyebut, jika orang yang bersih dan membongkar upaya korupsi akan diusir dari KPK, itu adalah bentuk pembusukan upaya pemberantasan korupsi.

Menurutnya, saat ini satu per satu buah dari revisi UU KPK mulai terlihat.

KPK kini berkembang penuh kontroversi dan minim prestasi.

Utas cuitan Febri Diansyah
Utas cuitan Febri Diansyah (Twitter/febridiansyah)

Kemudian, Febri Diansyah menyebut bahwa sejumlah penyidik KPK yang terancam dipecat karena tak lolos tes ASN itu tengah menangani kasus-kasus besar.

Seperti kasus korupsi bansos Covid-19 di Kementerian Sosial, suap ekspor benih lobster (benur) di KKP, suap izin di Kementerian ESDM dengan tersangka Samin Tan, korupsi e-KTP, hingga kasus suap Wali Kota Tanjungbalai M. Syahria.

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved