Febri Diansyah: Kata 'Kebangsaan' Dijadikan Alat untuk Mematikan Pemberantasan Korupsi
Febri Diansyah menyebut, jika orang yang bersih dan membongkar upaya korupsi akan diusir dari KPK, itu adalah pembusukan upaya pemberantasan korupsi.
TRIBUNTERNATE.COM - Puluhan pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan terancam dipecat karena tak lulus tes peralihan pegawai ke aparatur sipil negara (ASN).
Adapun asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) merupakan salah satu syarat alih status pegawai KPK menjadi ASN.
Menurut isu yang beredar, ada sekitar 75 pegawai KPK yang akan dipecat karena tidak lolos tes tersebut.
Dari 75 pegawai KPK yang terancam dipecat, di antaranya merupakan beberapa penyidik senior seperti Novel Baswedan, Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap, hingga kasatgas penyelidik dan penyidik dari unsur internal lainnya.
Baca juga: ICW: Tak Lolosnya Sejumlah Pegawai KPK dalam Tes ASN Sudah Direncanakan Sejak Awal untuk Bunuh KPK
Baca juga: Pegawai KPK yang Terancam Dipecat karena Tak Lolos Tes ASN Sedang Tangani Kasus Besar
Tidak lolosnya 75 pegawai KPK dalam tes ASN mendapat sorotan dari pendiri firma hukum Visi Integritas, Febri Diansyah.
Febri Diansyah menyampaikan tanggapannya melalui beberapa cuitan di akun Twitternya, @febridiansyah.
Pada Kamis (6/5/2021), pegiat antikorupsi tersebut menyebut bahwa kata 'kebangsaan' saat ini dijadikan alat untuk mematikan pemberantasan korupsi.
Ia juga mengingatkan bahwa waktu dan sejarah akan mencatat hal itu.
Kemudian, ia mengingatkan bahwa tidak ada bangsa yang dihormati hanya karena slogan semata, sementara para pejabatnya terjerat kasus korupsi.

Baca juga: Disebut Tak Lolos Tes ASN, Novel Baswedan: Upaya Lama untuk Singkirkan Orang Baik dari KPK
Baca juga: Ada Isu Puluhan Pegawai KPK Tak Lolos Ujian ASN, ICW dan Sekjen KPK Sama-sama Beri Tanggapan
Pada cuitan yang dikirimkan pada Rabu (5/5/2021), Febri Diansyah juga menyindir tentang tes wawasan kebangsaan (TWK) yang dijalani pegawai KPK.
Ia menyebut, sosok yang tidak berwawasan kebangsaan adalah koruptor, bukan para pemburu koruptor.
Dengan kelakuan koruptor yang mengeksploitasi negara dan mencuri hak rakyat, Febri Diansyah pun mempertanyakan wawasan kebangsaan apa yang dimiliki koruptor.
Ia juga mempertanyakan, mengapa orang-orang yang teguh melawan korupsi disingkirkan dengan dalih tidak lolos TWK.

Baca juga: Kapal Asal India Bersandar di Riau, Kapten dan Seluruh ABK Dinyatakan Positif Covid-19
Baca juga: 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes ASN, Kepala Setara Institute: Lolos, Tidak Lolos adalah Hal yang Lumrah
Baca juga: Megawati Jadi Ketua Dewan Pengarah BRIN, Pengamat: Latar Belakangnya Tidak Cocok dengan Sains
Langkah pemecatan pegawai KPK yang tidak lolos tes ASN telah dianggap sebagai upaya penyingkiran para pemberantas korupsi dari lembaga antirasuah tersebut.
Hal ini juga disoroti oleh Febri Diansyah melalui utas cuitannya yang diunggah pada Selasa (4/5/2021) lalu.