Minggu, 3 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pro Kontra Pengangkatan Megawati sebagai Dewan Pengarah BRIN, Dianggap Tak Masuk Akal & Mengada-ada

Pengangkatan Dewan Pengarah BPIP Megawati Soekarnoputri jadi Dewan Pengarah BRIN menuai pro kontra, dinilai tak masuk akal dan cenderung mengada-ada.

Tayang:
TRIBUNNEWS/HO
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat menutup Kongres V PDI Perjuangan di Sanur, Denpasar, Bali, Sabtu (10/8/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Usai dilantik sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko menyatakan bahwa lembaganya akan memiliki Dewan Pengarah yang dipimpin oleh Megawati Soekarnoputri.

Megawati menempati posisi Ketua Dewan Pengarah BRIN sesuai dengan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2019 tentang Sistem Nasional Ilmu Pengetahuan Teknologi (Sisnas Iptek).

Keputusan ini pun menuai pro dan kontra di sejumlah kalangan.

Pendapat Kontra

Ketidaksetujuan atas diangkatnya Megawati Soekarnoputri sebagai Dewan Pengarah BRIN pun dilayangkan oleh pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga.

Menurut Jamiludddin, pengangkatan Megawati itu menimbulkan kontroversi di tengah masyarakat.

Banyak akademisi yang menyayangkan keputusan Presiden Joko Widodo terkait hal itu.

Para akademisi menilai, latar belakang Megawati tidak cocok untuk menduduki posisi tersebut.

"Penilaian akademisi tersebut masul akal. Karena latar belakang Mega memang tidak berkaitan dengan dunia sains. Selama ini Mega hanya dikenal sebagai politisi yang menjadi ketua umum partai dan sempat menjadi presiden menggantikan Gusdur yang saat itu diturunkan MPR melalui Sidang Istimewa," ujar Jamiluddin, dikutip dari Tribunnews.com, Kamis (6/5/2021).

Baca juga: Nadiem Makarim Bertemu Megawati di Tengah Isu Reshuffle Kabinet, Ada Apa?

Baca juga: Dilarang Soeharto dan Dijadikan Hari Libur oleh Megawati, Ini Sejarah Imlek di Indonesia

Ia juga menyayangkan sikap Megawati yang menerima tawaran tersebut.

Sebab, sebagai sosok yang pernah menjadi presiden, idealnya posisi tersebut bukanlah jabatan yang menarik buat mantan presiden.

Selain itu, Jamiluddin juga tidak bisa membayangkan bagaimana Megawati mampu mengarahkan para ilmuwan yang menjadi peneliti dan penemu inovasi di BRIN.

Selain memang memiliki kepakaran khusus yang mumpuni, mereka juga bekerja dalam kesenyapan.

Menurutnya, ironis apabila orang-orang sekaliber mereka diarahkan orang yang tak pernah berkiprah di dunia riset dan inovasi.

"Jadi, BRIN bukanlah dunia Megawati. Karena itu, tak selayaknya ia menerima posisi strategis tersebut," kata Jamiluddin.

Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved