Soroti Pertanyaan Janggal pada TWK Pegawai KPK, Fadli Zon: Kita Alami Kemunduran dalam Berbangsa
Fadli Zon menyoroti pertanyaan dalam asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
TRIBUNTERNATE.COM - Politikus Partai Gerindra, Fadli Zon menyoroti pertanyaan dalam asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) bagi pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelumnya diberitakan, ada sekitar 75 pegawai KPK yang dikabarkan tidak lolos TWK yang merupakan bagian dari alih status kepegawaian menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).
Hingga beredar isu yang menyebut tes itu memuat pertanyaan yang janggal.
Sejumlah pegawai KPK mengungkapkan beberapa kejanggalan dalam TWK.
Salah satu keanehan itu terletak pada pertanyaan-pertanyaan yang tidak sesuai dengan kepentingan kebangsaan.
Seperti misalnya terkait doa Qunut hingga sikap terkait LGBT (lesbian, gay, biseksual, dan transgender).
Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon menyebut negara mengalami kemunduran berbangsa jika pertanyaan dalam TWK yang beredar terbukti benar.
Baca juga: 75 Pegawai KPK Tak Lolos Tes ASN, Kepala Setara Institute: Lolos, Tidak Lolos adalah Hal yang Lumrah
Baca juga: Sahroni Percaya Tes ASN KPK Sudah Patuhi UU, Bambang Widjojanto: Insan Terbaik Sedang Disingkirkan
Menurutnya, pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak ada hubungannya dengan integritas dan akan menganggu ranah privat seseorang.
Terlebih dalam lingkup kebebasan seseorang menjalani ajaran agama serta keyakinannya.
"Kalau benar pertanyaan2 Tes Kebangsaan pegawai @KPK_RI spt yg beredar itu, sungguh kita alami kemunduran dlm berbangsa.
Sejumlah pertanyaan itu tak ada hubungan dg integritas, malah bisa mengganggu ranah privat kebebasan jalankan ajaran agama n keyakinan yg dijamin konstitusi," tulis Fadli Zon melalui akun Twitter @fadlizon, Kamis (6/5/2021).
Pertanyaan Janggal dalam TWK
Melansir Kompas.com, berikut pernyataan-pernyataan dalam Tes Wawasan Kebangsaan KPK.
Pilihannya yakni sangat setuju, setuju, netral, tidak setuju dan sangat tidak setuju.
1. Saya memiliki masa depan yang suram