Breaking News:

Kasus Jual-Beli Jabatan Bupati Nganjuk: 18 Saksi Diperiksa, Novi Rahman Dibawa ke Jakarta dengan Bus

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terlibat dalam dugaan kasus jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Editor: Rizki A
Surya.co.id/Achmad Amru Muiz
Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. 

TRIBUNTERNATE.COM - Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat terlibat dalam dugaan kasus jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur.

Terkait kasus tersebut, Bareskrim Polri telah memeriksa 18 orang sebagai saksi.

"Dari penangkapan itu bahwa kita memeriksa beberapa saksi berkaitan dengan hal tersebut ada 18 orang saksi yang sudah kita lakukan pemeriksaan," kata Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Pol Argo Yuwono di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (11/5/2021).

Argo menyampaikan pemeriksaan saksi ini juga menjadi dasar penyidik meningkatkan kasus tersebut ke tingkat penyidikan.

"Setelah kita mendapatkan keterangan dari 18 saksi kemudian pemeriksaan tersangka kemudian kita gelarkan. Daripada gelar semuanya itu bahwa kasus ini naik ke tingkat penyidikan," pungkasnya.

Dibawa ke Jakarta dengan Bus

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Pol Argo Yuwono mengatakan, Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat dibawa ke Jakarta dengan bus setelah ditangkap dalam dugaan jual-beli jabatan di lingkungan pemerintah kabupaten Nganjuk, provinsi Jawa Timur.

Ia menuturkan tersangka dibawa memakai bus lantaran adanya operasi pelarangan mudik lebaran.

Imbasnya, ada pembatasan operasional dengan memakai alat transportasi udara dan darat.

Itulah kenapa, Bupati Nganjuk harus diboyong ke Rutan Bareskrim memakai bus.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved