Perahu Terbalik di Waduk Kedung Ombo, Jenazah Ibu dan Dua Anaknya Dimakamkan di Satu Liang Lahat
Jenazah seorang ibu dan dua anaknya, korban insiden perahu terbalik di Waduk Kedung Ombo dimakamkan salam satu liang lahat.
48 Penyelam Diterjunkan
Sebanyak 48 penyelam diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap dua jasad korban terbaliknya perahu wisata di Waduk Kedung Ombo (WKO).
Dua korban yang belum ditemukan adalah Niken Safitri dan Jalal.
Untuk mempermudah proses pencarian, tim SAR gabungan mengajak nakhoda kapal yang mengemudikan perahu tersebut saat terbalik.
"Kami ajak dia karena dia sebagai saksi kunci yang tahu lokasi terbaliknya perahu," ungkap Koordinator Basarnas Pos SAR Surakarta, Arif Sugiarto kepada TribunSolo.com, Minggu (16/5/2021).
Selain jadi saksi menyangkut peristiwa ini, nakhoda yang masih di bawah umur itu juga akan dimintai keterangan ihwal penumpang yang tidak memakai jaket pelampung (life vest).
"Baru akan kami tanyai, apakah jaket pelampungnya ada, tidak dipakai, atau memang enggak punya," paparnya.
Dikatakannya, penyebab terbaliknya perahu diduga karena mengangkut penumpang yang melebihi kapasitas.
"Perahu itu seharusnya hanya bisa membawa 14 orang penumpang tapi malah bawa 20 orang," katanya.
Baca juga: TKA China Kembali Masuk ke Indonesia di Hari Lebaran, KSPI: Mencederai Keadilan Buruh Indonesia
Korban Meninggal Dunia
Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban perahu maut di Waduk Kedung Ombo (WKO).
Dia adalah perempuan bernama Destri yang ditemukan Minggu (16/5/2021) pagi.
Koordinator Basarnas Pos SAR Surakarta, Arif Sugiarto menjelaskan, dua orang yang belum ditemukan atas nama Jalal dan Niken Safitri.
"Tinggal dua orang itu yang masih kami cari," kata dia kepada TribunSolo.com, Minggu (16/5/2021).
Pihaknya telah berhasil mengidentifikasi tujuh korban lainnya yang sudah meninggal.