Breaking News:

Tanggung Biaya Perawatan hingga Rp20 Juta, Ini Cara Klaim Santunan Kecelakaan dari Jasa Raharja

Tanggung biaya perawatan hingga Rp 20 juta, berikut cara mengajukan klaim asuransi Jasa Raharja bagi korban kecelakaan.

Penulis: Qonitah Rohmadiena | Editor: Ronna Qurrata Ayun
SHUTTERSTOCK
Tanggung biaya perawatan hingga Rp20 juta, berikut cara mengajukan klaim asuransi Jasa Raharja bagi korban kecelakaan. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah memberikan jaminan bagi korban kecelakaan lalu lintas melalui asuransi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jasa Raharja.

Jasa Raharja mengelola asuransi bagi setiap pengguna jalan seperti penumpang angkutan umum, penumpang kendaraan pribadi, dan pejalan kaki.

Berikut cara mengajukan klaim asuransi Jasa Raharja bagi korban kecelakaan, dilansir dari Indonesia.go.id

Langkah

1. Meminta surat keterangan kecelakaan dari Unit Lakalantas Polres setempat atau instansi serupa yang memiliki wewenang (misalnya PT KAI untuk kereta api dan Syah Bandar untuk kapal laut)

2. Membuat surat keterangan kesehatan atau kematian dari rumah sakit

3. Membawa identitas pribadi korban (asli dan fotokopi) seperti:

    • Formulir pengajuan santunan
    • Formulir keterangan singkat kecelakaan
    • Formulir kesehatan korban
    • Keterangan ahli waris jika korban meninggal dunia

5. Menyerahkan formulir serta melampirkan dokumen pendukung kepada petugas

Baca juga: Cara Mencairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan via Online Tanpa Harus ke Kantor Cabang, Ini Tahapannya

Baca juga: Cara Daftar Nikah secara Online di Website Simkah Kemenag, Ini Dokumen yang Harus Disiapkan

Baca juga: Cara Membuat SIM Internasional Online, Berikut Syarat-syarat dan Rincian Biayanya

Persyaratan

1. Untuk korban luka-luka yang mendapatkan perawatan harus memiliki:

    • Laporan Polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
    • Keterangan cacat tetap dari dokter yang merawat korban.
    • Fotokopi KTP korban.
    • Foto diri yang menunjukkan kondisi cacat tetap.

3. Untuk Korban luka-luka kemudian meninggal dunia:

    • Laporan polisi berikut sketsa TKP atau laporan kecelakaan pihak berwenang lainnya.
    • Surat kematian dari rumah sakit atau surat kematian dari kelurahan jika korban tidak dibawa ke rumah sakit.
    • Fotokopi KTP korban dan ahli waris.
    • Fotokopi KK.
    • Fotokopi surat nikah bagi korban yang telah menikah.
    • Fotokopi akta kelahiran atau akte kenal lahir bagi korban yang belum menikah.

Setelah selesai melengkapi syarat dan melakukan sesuai prosedu di atas, peserta tinggal menunggu proses pencairan.

Besaran Santunan

  • Santunan meninggal dunia: Rp50 juta
  • Santunan cacat tetap (maksimal): Rp50 juta
  • Santunan perawatan (maksimal): Rp20 juta
  • Santunan penggantian biaya penguburan jika korban tidak memiliki ahli waris: Rp4 juta
  • Santunan untuk manfaat tambahan (penggantian biaya P3K): Rp1 juta
  • Santunan untuk manfaat tambahan (penggantian biaya ambulans): Rp500 ribu

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved