Banyak Orang yang Memilih Menikah di Bulan Syawal, Apa Alasannya?

Dalam realita di masyarakat, banyak orang memilih melaksanakan pernikahan di bulan Syawal, bulan setelah Ramadhan dalam kalender Islam.

Editor: Rizki A
Instagram @ikkenurjanah0518
ILUSTRASI PERNIKAHAN - Ikke Nurjanah dan Karlie Fu menikah 

TRIBUNTERNATE.COM - Menikah, adalah salah satu fase penting dalam kehidupan seorang muslim.

Dalam agama Islam, pernikahan juga merupakan bentuk ibadah yang memiliki kedudukan yang sakral.

Bahkan, menikah menjadi suatu bagian dari penyempurnaan agama dan iman bagi umat Muslim.

Menurut istilah, menikah merupakan suatu ikatan lahir dan batin antara seorang laki-laki dengan perempuan yang bukan muhrim sebagai suami istri dengan tujuan membina suatu rumah tangga yang bahagia berdasarkan tuntunan Tuhan.

Dalam realita di masyarakat, banyak orang memilih melaksanakan pernikahan di bulan Syawal, bulan setelah Ramadhan dalam kalender Islam.

Lantas bagaimana hal itu dilihat dari perspektif Islam?

Baca juga: Sederet Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Bisa Dilakukan, Mulai dari Puasa Syawal hingga Menikah

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Syawal dan Hukum Menggabungkan Puasa Syawal dengan Puasa Qadha atau Senin-Kamis

Baca juga: Tak Hanya Ramadhan, Ternyata Syawal juga Bulan Istimewa yang Punya Keutamaan

Pejabat Penyuluh Agama Islam Kemenag Surakarta, Mufti Addin menerangkan, sebenarnya tidak ada ketentuan khusus mengenai menikah di bulan tertentu.

Karena pada dasarnya semua hari dan bulan adalah baik disisi Allah.

"Tidak ada ketentuan harus kapan untuk menikah karena semua bulan semua hari adalah baik disisi Allah," kata dia saat berbincang di program Tribunnews On Cam.

Terkait dengan pilihan menikah di bulan Syawal, hal itu merupakan bentuk dari menjalankan sunnah dari Rasulullah.

Sebab dahulu Rasulullah saat menikahi Sayyidah Aisyah juga pada Bulan Syawal.

Bukan tanpa alasan Rasulullah memilih bulan Syawal sebagai waktu untuk menikah.

Ia menjelasakan, pada zaman jahiliah dulu, orang Quraish Arab memiliki keyakinan bahwa menikah di bulan Syawal adalah suatu pantangan.

"Pada masa itu (jahiliyah), orang Quraish Arab memiliki keyakinan bahwa menikah di bulan Syawal itu tanda kesialan. Tidak hanya menikah, bahkan berhubungan suami istri di bulan syawal itu sesuatu yang tabu bagi masyarakat Quraish jahiliyah jaman dulu," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved