Daftar Wilayah di Indonesia yang Terkonfirmasi Kasus Covid-19 Varian Delta, Jawa Tengah Tertinggi
Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setidaknya ada 104 kasus Covid-19 varian delta yang sudah berada di Indonesia.
TRIBUNTERNATE.COM - Virus corona varian delta atau B.1.617 yang berasal dari India, diketahui kini telah memasuki dan menyebar ke sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan catatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), setidaknya ada 104 kasus Covid-19 varian delta yang sudah berada di Indonesia.
Hal tersebut dibenarkan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi yang mengatakan bahwa varian delta telah menyebar di sejumlah wilayah di Indonesia.
Meskipun demikian, Nadia mengingatkan agar masyarakat tetap tenang, karena vaksin Covid-19 masih efektif memberikan perlindungan.
Lebih lanjut, Nadia memberikan contoh bahwa vaksin Sinovac yang disuntikkan kepada para tenaga kesehatan telah terbukti memberikan perlindungan dari kematian dengan persentase keberhasilan mencapai 98 persen.
Selain itu, lanjut Nadia, vaksin AstraZeneca juga efektif memberikan perlindungan dari penularan virus corona varian delta dan alpha, menurut riset dari Public Health England (PHE).
"Jadi sekarang WHO menyarankan kita mempercepat vaksinasi, efikasi dari vaksin terus terganggu, kita sebenarnya sudah memiliki pertahanan untuk melawan virus tersebut," ujar Nadia dalam diskusi secara virtual bertajuk "Siap Jaga Indonesia dengan Vaksinasi Gotong Royong", Rabu (16/6/2021).
Baca juga: Kasus Covid-19 Naik, Kemenag Minta Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadah di Zona Merah Ditiadakan
Baca juga: Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Disebabkan Gagalnya Cegah-Tangkal, Varian India dan Afrika Masuk RI
Di sisi lain, Nadia tak menampik kasus Covid-19 yang terus meningkat di Indonesia akibat dari penyebaran virus corona varian delta dan alpha.
Oleh karena itu, perlindungan pada masyarakat harus dipercepat dengan memperluas cakupan vaksinasi di seluruh provinsi.
"Pada waktu kita menjadi sasaran vaksinasi maka segeralah datang, jangan ragu-ragu, begitu juga dengan vaksinasi gotong royong karena ada juga karyawan masih ragu-ragu divaksin walaupun sudah dibelikan dari perusahaan," kata dia.
Menurut laporan Kemenkes, berikut daftar wilayah di Indonesia yang terdeteksi adanya kasus virus corona varian Delta per 13 Juni 2021:
1. DKI Jakarta
Ditemukan 20 kasus;
2. Jawa Tengah
Ditemukan 75 kasus, tersebar di Kabupaten Brebes, Cilacap dan Kudus;
3. Kalimantan Tengah
Ditemukan 3 kasus di Gunung Mas dan Palangkaraya;
4. Kalimantan Timur
Ditemukan 3 kasus di Samarinda;
5. Sumatera Selatan
Ditemukan 3 kasus, tersebar di Palembang, Prabumulij dan Penukal Abab Lematang Lilir.
Varian Delta Miliki Tingkat Penularan 40-70 Persen Lebih Tinggi dari Alpha
Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio menilai, peningkatan kasus akibat virus corona varian Delta semakin tajam.
Terbukti, virus tersebut kini merebak berkali-kali lipat setelah pertama kali ditemukan pada Januari 2021 lalu.
"Peningkatan kasus dari varian delta ini meningkat tajam, kita peertama kali menemukan bulan Januari 2021, tapi dari bulan ke bulan naiknya cukup signifikan."
"Sebulan berikutnya naik terus sampai saat inisudah mencapai lebih dari 100," kata Prof Amin, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Kamis (17/6/2021).
Bahkan, Prof Amin menilai angka tersebut akan terus naik karena beberapa daerah masih mengolah datanya.
"Bahkan kita belum memasukkan angka dari Jawa Timur, karena masih diolah," katanya.
Prof Amin pun mengatakan, virus corona varian delta ini memiliki kecepatan penularan berkali-kali lipat.
Dibanding dengan varian alpha, Prof Amin menyebut virus corona varian delta ini lebih cepat hingga 40-70 persen.
"Varian delta ini memiliki kecepatan penularan 40-70 persen lebih tinggi dari alpha, sementara varian alpha itu 40-70 persen lebih tinggi dari virus corona biasa."
"Jadi memang dibanding dengan varian biasa itu jauh lebih cepat," ungkapnya.
Baca juga: Jawa Barat Darurat Covid-19, Ridwan Kamil Minta Pemerintah Tiadakan Libur Idul Adha 1442 H/2021
Baca juga: Anggap Lonjakan Kasus Covid-19 di Indonesia karena Ulah Sendiri, Luhut Minta Masyarakat Berkaca
Hal-hal yang Perlu Diwaspadai dari Virus Corona Varian Delta
Sebelumnya, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai, penemuan varian baru asal India di Kudus sangat serius.
Pasalnya, Dicky menyebut, varian delta tersebut sudah mendekati virus dengan kategori super strain.
"Ini sangat serius, kategori varian delta ini tampaknya mendekati super strain, karena 3 kriteria secara epidemiologi sudah dipenuhi walaupun belum maksimal di salah satunya," kata Dicky, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (13/6/2021).
Di kriteria pertama, Dicky mengatakan, varian delta lebih cepat menular hingga 80 persen.
Bahkan, varian alpa penularannya sudah lebih menular hingga 50 persen dari virus corona asal Wuhan, China.
"Pertama cepat menular, ada yang menyebutkan lebih cepat menular lebih dari 80 persen."
"Padahal varian alpa sudah 50 persen lebih cepat menular dari pada aslinya," kata Dicky.
Kemudian, di kriteria kedua, Dicky mengatakan varian delta bisa membuat pasien yang terinfeksi lebih parah.
Akibatnya, pasien yang terinfeksi lebih besar kemungkinannya untuk masuk ke rumah sakit.
Dicky menganalogikan, tingkat pasien masuk ke rumah sakit akibat varian delta lebih besar 2,5 kali lipat daripada varian alpa.
Sementara, tingkat pasien masuk ke rumah sakit akibat varian delta lebih besar hingga 4 kali lipat dari virus corona asal Wuhan.
Terakhir, Dicky membeberkan, varian delta ini bisa mensiasati imunitas dalam tubuh manusia.
Bahkan, bagi mereka yang sudah pernah vaksinasi maupun yang belum pernah terkena Covid-19 sama sekali.
Untuk itu, Dicky mengatakan, pemerintah harus segera meningkatkan antisipasi untuk melawan varian delta ini.
Sebab, menurut Dicky, varian delta ini membutuhkan waktu sekira 5-6 bulan untuk merebak secara luas.
"Artinya kita harus manfaatkan peluang ini untuk antisipasi dan mitigasi."
"Karena updatenya belum ada negara yang berhasil meredam dampak dari varian delta ini," pungkas Dicky.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Daftar Sebaran 104 Kasus Corona Varian Delta di Indonesia, Terbanyak Ada di Jawa Tengah
Simak berita tentang virus corona lainnya, di sini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/wisma-atlet-kemayoran-jakarta.jpg)