Breaking News:

Epidemiolog: Lonjakan Covid-19 Disebabkan Gagalnya Cegah-Tangkal, Varian India dan Afrika Masuk RI

Lonjakan kasus Covid-19 justru terjadi karena kegagalan cegah-tangkal, yang berakibat masuknya varian India dan Afrika ke Indonesia.

Editor: Rizki A
TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI - Simulasi penanganan pasien virus corona Covid-19 di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. 

TRIBUNTERNATE.COM -  Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 di Indonesia masih terus mengalami peningkatan.

Terlebih, seusai libur Lebaran 2021, angka kasus Covid-19 di Tanah Air melonjak.

Terkait hal ini, ahli epidemiologi Masdalina Pane menyarankan agar masyarakat menghentikan sementara aktivitas yang tidak perlu.

Dari lonjakan pasien yang terpapar Covid-19 dalam 10 hari terakhir, terlihat tingkat mutasi virus yang relatif lebih tinggi dari varian yang berkembang di tahun 2020.

"Virus covid yang berkembang saat ini merupakan varian Delta 1617.2 yang berasal dari India. Jenis ini memiliki mutasi atau penyebaran yang lebih cepat walaupun virulensi atau keganasannya relatif lebih rendah," jelasnya kepada media di Jakarta, Rabu (16/6/2021).

Masda menegaskan bahwa varian inilah yang mendorong hampir empat provinsi di pulau Jawa kini menjadi zona merah kembali.

Sementara itu, untuk wilayah Bali, tidak terjadi lonjakan, tetapi berdasarkan temuan terakhir pada orang meninggal akibat Covid-19, ternyata diakibatkan varian B.1.351 asal Afrika Selatan.

Ahli epidemiologi Masdalina Pane1
Ahli epidemiologi Masdalina Pane

"Bedanya, yang varian dari Afrika Selatan itu virulensi atau keganasannya tinggi, namun tidak menyebar cepat. Jadi sekali orang terkena varian Afrika dalam waktu 3 hari bisa langsung meninggal," tegasnya.

Banyak daerah di pulau Jawa kini menjadi episentrum, seperti di Kudus, Bandung, dan Jakarta.

Meskipun tidak semua daerah dalam satu provinsi yang menunjukkan gejala, Masda memperingatkan, data Satgas Covid menunjukkan bahwa secara agregat menunjukkan DKI Jakarta yang mengalami kenaikan hingga mencapai 400 persen, Depok 305 persen, Bekasi 500 persen, Jateng 898 persen dan Jabar 104 persen.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved