Jumat, 1 Mei 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Mengenal Vaksin Covid-19 Sinopharm dan Sinovac: Punya Efek Samping Serupa, Sama-sama Produksi China

Diketahui, saat ini ada dua jenis vaksin Covid-19 produksi China, yakni vaksin Sinopharm dan vaksin Sinovac. Apa persamaan mereka?

Tayang:
Daily Mail UK
Ilustrasi suntikan vaksin. Diketahui, saat ini ada dua jenis vaksin Covid-19 produksi China, yakni vaksin Sinopharm dan vaksin Sinovac. Apa persamaan mereka? 

TRIBUNTERNATE.COM - Dalam menghadapi pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19, salah satu upayanya adalah program vaksinasi.

Ada beragam jenis vaksin Covid-19 yang diproduksi oleh sejumlah negara.

Salah satu negara yang mengembangkan dan memproduksi vaksin Covid-19 adalah China.

Diketahui, saat ini ada dua jenis vaksin Covid-19 produksi China, yakni vaksin Sinopharm dan vaksin Sinovac.

Kedua vaksin ini rupanya memiliki profil efek sampingnya juga mirip.

Frekuensi kejadian efek sampingnya adalah 0,01 persen atau terkategori sangat jarang.

Diterangkan Guru Besar Fakultas Farmasi UGM Prof Zullies Ikawati, PhD, Apt menuturkan, karena memiliki platform yang sama dengan vaksin Sinovac, maka efek samping yang dijumpai dalam uji klinik adalah efek samping lokal yang ringan.

Efek yang dimaksud, seperti nyeri atau kemerahan di tempat suntikan, dan efek samping sistemik berupa sakit kepala, nyeri otot, kelelahan, diare dan batuk.

"Efek-efek samping ini segera membaik dan umumnya tidak memerlukan pengobatan," ujarnya dalam keterangan yang diterima, Senin (21/6/2021).

Baca juga: Terancam Tersingkir karena Tak Lolos TWK, Novel Baswedan Pernah Diminta Mundur dari KPK sejak 2016

Baca juga: Kemenkes RI Sebut 4 Merek Vaksin Covid-19 Tak Boleh untuk Vaksinasi Gotong Royong, Apa Saja?

Baca juga: WHO Setujui Izin Penggunaan Darurat untuk Vaksin Covid-19 Sinovac

Baca juga: Kemenkes RI Tegaskan Narasi Vaksin Covid-19 Mengandung Microchip Magnetis adalah HOAKS

Vaksin Sinopharm telah masuk dalam list WHO dan mendapatkan EUA di China, Uni Emirat Arab, Bahrain, Mesir dan Yordania, dan kini juga di Indonesia.

Ilustrasi demam
Ilustrasi demam (pexels.com/Polina Tankilevitch)

Vaksin ini menggunakan platform yang sama dengan vaksin Sinovac, yaitu virus yang diinaktivasi.

Dalam uji klinik di Uni Emirat Arab, efikasi vaksin Sinopharm mencapai 78%, dan vaksin ini dapat digunakan pada populasi usia 18 tahun ke atas sampai lansia.

Ia menuturkan, masyarakat tidak perlu khawatir dengan efek samping vaksin, baik vaksin AstraZeneca maupun Sinopharm.

Secara umum, dari hasil eveluasi terhadap uji klinik yang telah melibatkan ribuan orang di berbagai negara, manfaat vaksin jauh melebihi risiko efek sampingnya.

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) secara umum bersifat ringan sampai sedang dan bersifat individual, dan adanya KIPI juga menunjukkan bahwa vaksinnya sedang bekerja.

Namun jika ada KIPI yang dirasa berat, segera saja dilaporkan kepada kontak yang sudah diberikan untuk bisa segera mendapatkan penanganan.

Indonesia telah Menerima 104,7 Juta Dosis Vaksin Covid-19

Vaksin tahap ke-17 telah tiba di Indonesia dengan jumlah 10 juta dalam bentuk bulk atau bahan baku produksi Sinovac pada Minggu (20/6/2021).

Dengan demikian, Pemerintah Indonesia telah mengamankan sebanyak 104,7 juta vaksin, sebanyak 91,5 diantaranya dalam bentuk bulk.

"Indonesia kedatangan lagi 10 juta vaksin dalam bentuk bulk atau bahan baku sehingga ada total 91 juta vaksin bulk yang akan diproduksi menjadi vaksin jadi," ujar Sekjen Kementerian Kesehatan Oscar Primadi, pada Minggu (20/6/2021).

Ia mengatakan, pemerintah berupaya mengamankan kebutuhan vaksin yakni 426,8 juta dosis vaksin.

Upaya ini dilakukan dalam bentuk pendekatan bilateral, multilateral, maupun eksplorasi produ dalam negeri.

Saat ini vaksin telah tiba di tanah air terdiri dari vaksin dari Sinovac (94,5 juta dosis, 91,5 juta diantaranya bentuk bulk), AstraZeneca COVAX Facility (8,2 juta dosis), dan Sinopharm (2 juta dosis).

Indonesia menggunakan tiga jenis vaksin, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm.

Menurut Oscar, ketiga vaksin itu telah memperoleh Emergency Use Listing atau EUL dari WHO, hingga telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan, dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat Kesehatan.

"Kita terus berupaya melakukan distribusi dan program vaksinasi agar berjalan dengan baik," kata Oscar.

Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksinasi dalam negeri setidaknya 181,5 juta orang guna mencapai Herd Immunity atau kekebalan kelompok. Vaksin merupakan instrumen penting dalam upaya kita dalam melawan gelombang kedua pandemi COVID-19.

"Sampai saat ini kita telah melakukan upaya percepatan dan penguatan vaksinasi ini," katanya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sama-sama Produksi China, Vaksin Sinopharm dan Sinovac Efek Sampingnya Mirip, Sangat Jarang Terjadi

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Indonesia Telah Terima 104,7 Juta Vaksin Covid-19

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved