Breaking News:

Kasus Covid-19 Terus Melonjak, Indonesia Hadapi Dominasi Varian Baru Virus Corona

Juru Bicara COVID-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, jumlah kasus Covid-19 kini didominasi varian baru corona.

Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi melonjaknya kasus Covid-19. Juru Bicara COVID-19 dari Kemenkes, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, jumlah kasus Covid-19 kini didominasi varian baru corona. 

TRIBUNTERNATE.COM - Angka kasus infeksi virus corona penyebab penyakit Covid-19 di Indonesia terus mengalami peningkatan.

Data pemerintah per Senin (21/6/2021) mencatat, kasus Covid-19 di Indonesia memecahkan dua rekor, yakni rekor kasus harian tertinggi sejak awal pandemi dan rekor kasus total yang menembus angka dua juta.

Pada Senin (21/6/2021), tercatat ada tambahan 14.536 kasus baru infeksi Covid-19, sementara total jumlah kasus infeksi sebanyak 2.004.445.

Kemudian, ada 54.956 orang yang tercatat meninggal dunia karena Covid-19.

Baca juga: Berlaku Mulai Hari Ini, Simak Aturan PPKM Mikro: Kegiatan Perkantoran hingga Tempat Ibadah

Baca juga: Dituding Goda dan Ajak Anak Denny Sakrie ke Hotel, Rian DMasiv Membantah dan Putuskan Lapor Polisi

Baca juga: Di Sidang Korupsi Bansos Covid-19 Juliari Batubara, Hotma Sitompul Bantah Terima Uang Rp3 Miliar

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dibarengi dengan masuknya varian baru virus Corona.

Juru Bicara COVID-19 dari Kementerian Kesehatan RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, M.Epid mengatakan, jumlah kasus Covid-19 kini didominasi varian baru corona.

Meski tak semua varian baru berbahaya, varian baru yang masuk kategori Varian of Concern (VoC) yang ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini perlu diwaspadai.

"Di Indonedia varian asli Wuhan itu sangat sedikit sekali. Jadi sudah mulai ada varian-varian baru. Tidak semua varian diwaspadai, kecuali varian Alpa, Beta, atau Delta yang masuk kategori VoC," kata Nadia dalam dialog virtual, Selasa (22/6/2021).

Ia mengatakan, Indonesia kini mewaspadai penyebaran 3 varian baru tersebut.

Varian Alpa misalnya, dikatakan Nadia memiliki kecepatan menular 6-7 kali daripada varian asli dari Wuhan.

"Saat ini ditemukan 45 kasus dari hasil survellains," ujar Nadia.

Varian kedua yang perlu diwaspadai adalah varian Beta atau sebelumnya disebut varian Afrika B.1351.

Disampaikan Nadia, varian ini meningkatkan tingkat keparahan penyakit.

"Jadi gampang terinfeksi dan cepat sekali menjadi berat," jelas Nadia.

Varian ini sudah ditemukan di Indonesia sebanyak 6 kasus. Sementara untuk varian Delta, telah ditemukan 151 kasus.

Ia memaparkan, selain DKI Jakarta dan Jawa Tengah, ada 6 provinsi lain yang melaporkan temuan varian yang berasal dari India ini yakni Jawa Barat, Banten, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, dalam press conference virtual bertajuk 'Update Whole Genome Sequencing' yang digelar Kementerian Kesehatan, Selasa (4/5/2021) siang.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi, dalam press conference virtual bertajuk 'Update Whole Genome Sequencing' yang digelar Kementerian Kesehatan, Selasa (4/5/2021) siang. (capture zoom meeting)

"Delapan provinsi tadi sudah melaporkan ada varian Delta dan yang terbanyak ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah," ungkap perempuan yang juga menjabat Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Ditjen P2P Kementerian Kesehatan ini.

Varian Delta ini dilaporkan memiliki tingkat penularan 3-4 lebih cepat daripada varian Alfa asal Inggris.

"Varian Alfa memiliki tingkat penularan 6-7 kali lebih cepat dari varian aslinya, yakni Wuhan. Sementara ini. varian Delta 3-4 kali lebih cepat daripada varian Alfa. Jadi varian Delta ini memang dilaporkan merupakan salah satu faktor kejadian melonjaknya kasus Covid-19 di India," terang dr.Nadia.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasua Varian Asli Wuhan Menurun, Indonesia Kini Hadapi Varian Baru Corona

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved