Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Ada 211 Kasus Varian Baru Virus Corona di Indonesia, 160 Kasus Varian Delta Tersebar di 9 Daerah

Balitbangkes Kemenkes RI mencatat setidaknya ada 211 kasus virus corona varian baru yang sudah masuk ke Indonesia.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi melonjaknya kasus Covid-19 - Banyak masyarakat yang melakukan tes usap baik itu antigen maupun tes usap PCR untuk mendeteksi virus corona. Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dibarengi dengan masuknya varian baru virus corona. Diketahui, varian baru tersebut terdiri dari varian Alpha atau B.1.1.7 asal Inggris, varian Beta varian Beta atau B.1.351 asal Afrika Selatan, dan varian Delta atau B.1.617 dari India. 

1. DKI Jakarta
Ditemukan 4 kasus

2. Jawa Timur
Ditemukan 1 kasus

3. Bali
Ditemukan 1 kasus

Baca juga: Mengenal Virus Corona Varian Delta dan Gejalanya, Lebih Menular dan Miliki Risiko Lebih Parah

Baca juga: India Laporkan 22 Kasus Varian Delta Plus, Mutasi Baru Covid-19 Varian Delta, Menyebar di 8 Negara

Baca juga: Covid-19 Varian Delta Merebak, Presiden Filipina Duterte Ancam Penjarakan Warga yang Enggan Divaksin

Varian Delta Miliki Tingkat Penularan 40-70 Persen Lebih Tinggi dari Alpha

Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Prof Amin Soebandrio menilai, peningkatan kasus akibat virus corona varian Delta semakin tajam.

Terbukti, virus tersebut kini merebak berkali-kali lipat setelah pertama kali ditemukan pada Januari 2021 lalu.

"Peningkatan kasus dari varian delta ini meningkat tajam, kita peertama kali menemukan bulan Januari 2021, tapi dari bulan ke bulan naiknya cukup signifikan."

"Sebulan berikutnya naik terus sampai saat inisudah mencapai lebih dari 100," kata Prof Amin, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Kamis (17/6/2021).

Bahkan, Prof Amin menilai angka tersebut akan terus naik karena beberapa daerah masih mengolah datanya.

ILUSTRASI varian baru virus corona
ILUSTRASI varian baru virus corona (The Scotsman)

"Bahkan kita belum memasukkan angka dari Jawa Timur, karena masih diolah," katanya.

Prof Amin pun mengatakan, virus corona varian delta ini memiliki kecepatan penularan berkali-kali lipat.

Dibanding dengan varian alpha, Prof Amin menyebut virus corona varian delta ini lebih cepat hingga 40-70 persen.

"Varian delta ini memiliki kecepatan penularan 40-70 persen lebih tinggi dari alpha, sementara varian alpha itu 40-70 persen lebih tinggi dari virus corona biasa."

"Jadi memang dibanding dengan varian biasa itu jauh lebih cepat," ungkapnya.

Hal-hal yang Perlu Diwaspadai dari Virus Corona Varian Delta

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved