Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Ada 211 Kasus Varian Baru Virus Corona di Indonesia, 160 Kasus Varian Delta Tersebar di 9 Daerah

Balitbangkes Kemenkes RI mencatat setidaknya ada 211 kasus virus corona varian baru yang sudah masuk ke Indonesia.

TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Ilustrasi melonjaknya kasus Covid-19 - Banyak masyarakat yang melakukan tes usap baik itu antigen maupun tes usap PCR untuk mendeteksi virus corona. Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia dibarengi dengan masuknya varian baru virus corona. Diketahui, varian baru tersebut terdiri dari varian Alpha atau B.1.1.7 asal Inggris, varian Beta varian Beta atau B.1.351 asal Afrika Selatan, dan varian Delta atau B.1.617 dari India. 

Sebelumnya, Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman menilai, penemuan varian baru asal India di Kudus sangat serius.

Pasalnya, Dicky menyebut, varian delta tersebut sudah mendekati virus dengan kategori super strain.

"Ini sangat serius, kategori varian delta ini tampaknya mendekati super strain, karena 3 kriteria secara epidemiologi sudah dipenuhi walaupun belum maksimal di salah satunya," kata Dicky, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Minggu (13/6/2021).

Di kriteria pertama, Dicky mengatakan, varian delta lebih cepat menular hingga 80 persen.

Bahkan, varian alpa penularannya sudah lebih menular hingga 50 persen dari virus corona asal Wuhan, China.

Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman.
Ahli Epidemiologi Indonesia dan Peneliti Pandemi dari Griffith University, Dicky Budiman. (dok pribadi)

"Pertama cepat menular, ada yang menyebutkan lebih cepat menular lebih dari 80 persen."

"Padahal varian alpa sudah 50 persen lebih cepat menular dari pada aslinya," kata Dicky.

Kemudian, di kriteria kedua, Dicky mengatakan varian delta bisa membuat pasien yang terinfeksi lebih parah.

Akibatnya, pasien yang terinfeksi lebih besar kemungkinannya untuk masuk ke rumah sakit.

Dicky menganalogikan, tingkat pasien masuk ke rumah sakit akibat varian delta lebih besar 2,5 kali lipat daripada varian alpa.

Sementara, tingkat pasien masuk ke rumah sakit akibat varian delta lebih besar hingga 4 kali lipat dari virus corona asal Wuhan.

Terakhir, Dicky membeberkan, varian delta ini bisa mensiasati imunitas dalam tubuh manusia.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pemerintah Kabupaten Kudus, Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara), RS Kumala Siwi Mijen, dan Pura Group berkolaborasi dalam menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 12, 14, dan 15 Juni 2021. Vaksinasi diselenggarakan di Pura Group Kawasan V Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, Pemerintah Kabupaten Kudus, Ikatan Alumni SMA Taruna Nusantara (Ikastara), RS Kumala Siwi Mijen, dan Pura Group berkolaborasi dalam menyelenggarakan program vaksinasi Covid-19 pada tanggal 12, 14, dan 15 Juni 2021. Vaksinasi diselenggarakan di Pura Group Kawasan V Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. (Ist)

Bahkan, bagi mereka yang sudah pernah vaksinasi maupun yang belum pernah terkena Covid-19 sama sekali.

Untuk itu, Dicky mengatakan, pemerintah harus segera meningkatkan antisipasi untuk melawan varian delta ini.

Sebab, menurut Dicky, varian delta ini membutuhkan waktu sekira 5-6 bulan untuk merebak secara luas.

"Artinya kita harus manfaatkan peluang ini untuk antisipasi dan mitigasi."

"Karena updatenya belum ada negara yang berhasil meredam dampak dari varian delta ini," pungkas Dicky.

(Tribunnews.com/Maliana)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Daftar Sebaran 211 Kasus Corona Varian Baru di Indonesia, 80 Varian Delta Ditemukan di Jawa Tengah

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved