Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Virus Corona

Mengenal Virus Corona Varian Delta dan Gejalanya, Lebih Menular dan Miliki Risiko Lebih Parah

"Indonesia saat ini ada 151 varian Delta. Ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah dan enam provinsi lainnya," kata Juru Bicara Covid-19 Kemenkes RI.

TRIBUNJATENG/Permata Putra Sejati
ILUSTRASI - Simulasi penanganan pasien virus corona Covid-19 di RS Margono Soekarjo, Purwokerto. Juru Bicara Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengungkapkan virus corona varian Delta telah terdeteksi di Indonesia dan tersebar di delapan provinsi. 

TRIBUNTERNATE.COM - Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus infeksi virus corona penyebab penyakit Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir.

Lonjakan kasus Covid-19 tidak hanya disebabkan oleh mobilitas masyarakat, tetapi juga adanya varian baru virus corona yang  mulai mendominasi kasus infeksi di Tanah Air.

Ada tiga varian baru yang terdeteksi di Indonesia, yakni B.1.1.7 yang disebut varian Alpha, B.1.351 bernama varian Beta, dan B.1.617.2 yang dinamakan varian Delta.

Varian baru Covid-19 tersebut, khususnya varian Delta, disebut dapat menyebar lebih mudah dan cepat antar individu.

Sementara itu, Juru Bicara Covid-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Siti Nadia Tarmizi MEpid mengungkapkan virus corona varian Delta telah terdeteksi di Indonesia dan tersebar di delapan provinsi.

"Indonesia saat ini ada 151 varian Delta. Ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah dan enam provinsi lainnya," kata Nadia dalam dialog virtual, Selasa (22/6/2021).

Ia memaparkan enam provinsi tambahan yang melaporkan temuan varian yang berasal dari India ini adalah Jawa Barat, Banten, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sumatera Selatan.

"Delapan provinsi tadi sudah melaporkan ada varian Delta dan yang terbanyak ada di DKI Jakarta dan Jawa Tengah," ungkapnya.

Warga satu RT di Gresik, Jawa Timur, menjalani lockdown setelah 11 orang dinyatakan positif Covid-19 dan saat ini menunggu hasil tes swab PCR 13 orang lainnya.
Warga satu RT di Gresik, Jawa Timur, menjalani lockdown setelah 11 orang dinyatakan positif Covid-19 dan saat ini menunggu hasil tes swab PCR 13 orang lainnya. (Tribun Jatim)

Apa itu varian Delta dan bagaimana gejalanya?

Berikut penjelasan terkait varian Delta yang Tribunnews kutip dari Healthline.com:

Varian Delta juga dikenal sebagai B.1.617.2, pertama kali terdeteksi di India tetapi sejak itu muncul di lebih dari 70 negara.

Varian ini tidak hanya menyebar lebih mudah daripada varian sebelumnya tetapi juga dapat menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Ini sangat mengkhawatirkan bagi orang yang tidak divaksinasi dan mereka yang memiliki respons kekebalan yang lebih lemah terhadap virus.

Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Simak 6 Area Berisiko Tinggi Penyebaran Virus Corona yang Perlu Dihindari

Baca juga: Lindungi Diri dari Varian Baru Virus Corona, Simak Panduan Terbaru Cara Mengenakan Masker

Baca juga: Manfaat Daun Pandan untuk Cegah dan Turunkan Kolesterol, Berikut Cara Mengonsumsinya

Gejala varian Delta

Ketika varian Delta menyebar orang-orang memiliki gejala yang berbeda dan lebih parah daripada yang dilaporkan sebelumnya pada awal pandemi.

Gejala seperti demam bisa terjadi.

Selain itu, tingkat virus dalam tubuh meningkat lebih tinggi dari sebelumnya.

Dan lebih banyak orang menjadi sakit parah dalam 3 atau 4 hari.

Di Inggris varian Delta merupakan 91 persen dari kasus baru.

Satu penelitian menemukan bahwa gejala yang paling banyak dilaporkan adalah sakit kepala, sakit tenggorokan dan flu.

Untuk orang yang lebih muda ini mungkin terasa seperti flu biasa.

Tetapi mereka masih bisa menyebarkan virus ke orang lain yang lebih berisiko terkena penyakit parah, termasuk mereka yang belum divaksinasi.

Bahkan orang dengan infeksi tanpa gejala dapat menularkan virus ke orang lain.

Orang-orang harus waspada terhadap gejala lain seperti batuk, sesak napas, sakit kepala, kelelahan, atau kehilangan indera perasa atau penciuman.

Untuk mendorong terciptanya herd immunity (kekebalan kolektif) masyarakat dari risiko penularan Covid-19, Polrestabes Semarang menggelar vaksinasi massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75. Vaksinasi diselenggarakan di Hall UTC Semarang, Selasa (22/6/21). Vaksinasi bagi masyarakat umum berlangsung malai Selasa hingga Jumat, 25 Juni 2021. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka)
Untuk mendorong terciptanya herd immunity (kekebalan kolektif) masyarakat dari risiko penularan Covid-19, Polrestabes Semarang menggelar vaksinasi massal dalam rangka HUT Bhayangkara ke-75. Vaksinasi diselenggarakan di Hall UTC Semarang, Selasa (22/6/21). Vaksinasi bagi masyarakat umum berlangsung malai Selasa hingga Jumat, 25 Juni 2021. (Tribun Jateng/Hermawan Handaka) (TRIBUN JATENG/TRIBUN JATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Seberapa menularkah varian Delta?

Amerika Serikat dan Inggris telah sepenuhnya memvaksinasi sekitar 43 persen dari populasi mereka.

Tetapi karena varian Delta menjadi lebih umum di Inggris Raya dalam beberapa pekan terakhir, negara tersebut mengalami lonjakan kasus Covid-19.

Lonjakan serupa dalam kasus terlihat di India ketika varian Delta menyebar luas.

Para ahli mengatakan ini karena varian ini lebih mudah menular.

Bukti awal menunjukkan varian Delta dapat meningkatkan risiko lebih parah dibandingkan dengan varian Alpha,

Orang dengan varian Delta 2,61 kali lebih mungkin dirawat di rumah sakit daripada mereka yang memiliki varian Alpha.

Paling berisiko dari varian Delta adalah orang-orang yang tidak sepenuhnya divaksinasi dan mereka yang tidak memiliki respon imun yang kuat terhadap vaksinasi, seperti orang yang lebih tua.

(Tribunnews.com/Mohay/Rina Ayu)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penjelasan Terkait Varian Delta dan Gejalanya, Disebut Lebih Menular dari Covid-19 di Awal Pandemi

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved