Virus Corona
Pakar Epidemiologi Memprediksi Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Bisa Capai 100.000
Selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 26-28 Juni 2021, kasus infeksi harian mencapai rekor tertinggi dan tembus angka 20 ribuan.
TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 di Indonesia tengah mengalami lonjakan kasus infeksi yang drastis.
Selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 26-28 Juni 2021, kasus infeksi harian mencapai rekor tertinggi dan tembus angka 20 ribuan.
Kini, total kasus infeksi Covid-19 di Indonesia sudah mencapai angka 2,13 juta kasus.
Beberapa ahli pun telah memprediksi lonjakan ini menjadi puncak kasus Covid-19 di Indonesia.
Termasuk prediksi dari Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pada Senin (31/5/2021) lalu yang menyebut puncak kenaikan Covid-19 pasca-lebaran terjadi pada akhir Juni 2021.
Epidemiolog dari Centre for Environmental and Population Health, Griffith University Australia, Dicky Budiman juga telah memprediksi akan ada lonjakan kasus Covid-19 pada akhir Juni 2021.
Bahkan, menurutnya lonjakan kasus pada akhir Juni ini adalah puncak dari gelombang pertama.
"Ini sudah jelas apa yang terjadi adalah akumulasi dari banyak faktor. Kebetulan, kita menuju puncak dari gelombang pertama yang tadinya lama," kata Dicky, dikutip dari tayangan YouTube Kompas TV, Sabtu (19/6/2021).
Baca juga: Jangan Sembarangan Minum Minyak Kayu Putih untuk Sembuhkan Covid-19! Ini Penjelasan Dokter
Baca juga: Sidang Tuntutan Edhy Prabowo Digelar Hari Ini, Kuasa Hukum Berharap Kliennya Bebas, Apa Alasannya?
Baca juga: BEM UI Tolak Hapus Unggahan Julukan Presiden Jokowi sebagai The King of Lip Service
Menurutnya, ada banyak faktor yang membuat lonjakan kasus Covid-19 bisa terjadi.
Seperti penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang tidak efektif, penerapan testing, tracing dan treatment atau 3T yang kurang maksimal.
Hingga faktor varian baru virus corona varian Alpha atau B.1.1.7 dari Inggris.
"Ini adalah akumulasi perjalanan selama satu tahun, dan (kondisi) saat ini diperburuk dengan varian Alpha dari UK (Inggris)," kata Dicky saat dihubungi Kompas.com, Senin (14/6/2021).
Kendati demikian, Dicky menyampaikan, kondisi lonjakan Covid-19 yang tampak pada saat ini adalah baru awal.
Menurutnya, kondisi ini akan semakin diperburuk oleh keberadaan varian Delta, varian baru virus corona dari India yang sudah mulai mendominasi di Indonesia.
"Sedangkan (puncak gelombang Covid-19) yang disebabkan oleh varian Delta, kemungkinan terjadi pada Juli, bisa pertengahan atau akhir Juli," jelas Dicky.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/covidmelonjakkk.jpg)