Virus Corona
Pakar Epidemiologi Memprediksi Kasus Harian Covid-19 di Indonesia Bisa Capai 100.000
Selama tiga hari berturut-turut, yakni pada 26-28 Juni 2021, kasus infeksi harian mencapai rekor tertinggi dan tembus angka 20 ribuan.
Prediksi Dicky Kasus Harian di Indonesia Bisa Mencapai 100.000
Sebelum lonjakan terjadi pada akhir Juni ini, Dicky sempat memprediksi kasus harian di Indonesia bisa mencapai 100.000.
Hal itu lantaran, masyarakat kerap lalai menanggapi virus corona yang muncul tanpa bergejala.
Dicky mengatakan, berdasarkan riset, sekitar 80 persen Covid-19 muncul tanpa gejala.
Di sisi lain, hal ini dipersulit oleh kurangnya pengecekan sedari dini secara aktif dari rumah ke rumah.
"Tidak bergejala bukan berarti tidak sakit. Ketika d-iscan selain pada organ jantung dan paru, ada kerusakan atau potensi di organ lain, sehingga kualitas kesehatan menurun."
"Mencegah lebih baik dari pada mengobati," katanya dalam live streaming channel YouTube Radio Muhammadiyah, Selasa (18/5/2021) lalu, dikutip dari Tribunnews.
Inilah yang menjadikan wabah pandemi disebut sebagai 'silent spreader', dimana wabah terlihat samar-samar padahal punya dampak yang sangat nyata.
Menurut Dicky, masyarakat kita juga lebih mengutamakan berobat di rumah saja ketimbang langsung memeriksakannya ke rumah sakit.
Baca juga: Virus Corona Varian Delta Mulai Mendominasi, IDI Minta Pemerintah Tutup Akses Keluar-Masuk Indonesia
Baca juga: Pakar: Meski Mutasi Bersifat Alamiah, Mutasi Virus Corona Bisa Berisiko Turunkan Efektivitas Vaksin
Baca juga: Kasus Covid-19 Melonjak, Bagaimana Cara Terbaik untuk Terhindar dari Virus Corona?
"Itulah yang terjadi pada India. Berdiam diri di rumah, saat timbulnya gangguan dari gejala baru ke rumah sakit. Hal ini yang nantin akan menjadi chaos," tambahnya.
Untuk itu, pada Mei lalu, Dicky memprediksi satu hingga tiga bulan ke depan, bisa saja terjadi kasus infeksi hingga 100.000 perhari.
Bukan karena mudik dan lebaran saja, tapi akumulasi setahun lalu seperti pilkada.
Sementara, dalam wawancara bersama Kompas TV pada 7 Juni 2021 lalu, Dicky juga mengingatkan hal serupa.
Menurutnya, lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia bisa berpotensi mencapai 50.000-100.000 kasus perhari.
"Saat ini (Indonesia) menghadapi puncak ke sekian kali, dan puncak ini bisa diprediksi terjadi di akhir Juni atau awal Juli dengan angka kasus harian sampai 50-100 ribu," kata Dicky, dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV, Senin (7/6/2021).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/covidmelonjakkk.jpg)