Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Mahfud MD: Ide Vaksin Berbayar Muncul karena Ledakan Covid-19 Varian Delta

Menkopolhukam RI Mahfud MD mengungkap asal mula munculnya ide vaksin Covid-19 berbayar, yakni adanya lonjakan kasus Covid-19 varian Delta.

Youtube/Kemenko Pulhukam RI
Menko Polhukam Mahfud MD dalam Konferensi Pers terkait Revisi UU ITE Senin (22/2/2021). Mahfud MD mengungkap asal mula munculnya ide vaksin Covid-19 berbayar, yakni adanya lonjakan kasus Covid-19 varian Delta. 

TRIBUNTERNATE.COM - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD mengungkap asal mula munculnya ide vaksin Covid-19 berbayar.

Diketahui, program vaksinasi Covid-19 berbayar menuai pro dan kontra dari berbagai pihak. Namun, kini pemerintah akhirnya telah resmi membatalkan program vaksinasi gotong royong tersebut.

Mahfud MD menjelaskan, gagasan vaksin berbayar bermula dari lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia yang diakibatkan virus corona varian delta.

Hal itu disampaikan Mahfud MD melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, Sabtu (17/7/2021).

Mahfud MD menjelaskan, pemerintah segera mempercepat program vaksinasi kepada masyarakat mengingat lonjakan kasus yang begitu tinggi.

Akan tetapi, di dalam percepatan vaksinasi itu terjadi antrean yang panjang dari masyarakat, yang dikarenakan kurangnya jumlah tenaga medis sebagai vaksinator.

"Presiden menetapkan, tidak ada vaksin berbayar, semua vaksinasi gratis untuk rakyat. Sejak awal kebijakannya begitu."

"Semula ide vaksin berbayar muncul karena ledakan Covid varian Delta. Pemerintah menggencarkan vaksinasi, vaksin ada tapi tenaga vaksinator tidak cukup. Terjadi antrean rakyat," jelas Mahfud.

Sebagai langkah mengantisipasi antrean, jajaran personel TNI, Polri, hingga BIN diturunkan untuk membantu vaksinasi.

Mahfud Md soal vaksinasi berbayar
Menkopolhukam Mahfud MD ungkap asal muasal ide vaksin Covid-19 berbayar melalui akun Twitternya, @mohmahfudmd, Sabtu (17/7/2021).

Namun ternyata, masih banyak masyarakat yang belum terlayani vaksinasi.

Maka dari itu, munculah ide vaksinasi berbayar, yang menerima penolakan dari banyak pihak.

"Idenya Swasta akan memvaksinasi dan mencetak vaksinator sendiri agar industri dan sektor2 esensial bs bekerja."

"Pelaksanaannya tidak menggunakan APBN dan vaksin Pemerintah. Tapi timbul reaksi penolakan yg keras. "

"Menampung aspirasi itu, Presiden melarang program vaksinasi berbayar," tulis Mahfud.

Baca juga: Vaksinasi Booster Pakai Moderna untuk Tenaga Kesehatan Resmi Dimulai

Baca juga: HIV Bisa Memperparah Infeksi Covid-19, WHO Minta ODHA Ikut Jadi Prioritas Vaksinasi

Baca juga: Jokowi Resmi Batalkan Vaksinasi Covid-19 Berbayar

Baca juga: Ada 5 Vaksin Covid-19 yang Digunakan di Indonesia, Simak Daftar Efikasi dari Tiap-tiap Vaksin

Untuk mencapai target vaksinasi 70 Juta di September 2021, Mahfud menyebut pemerintah akan melatih para bidan dan mahasiswa ilmu kedokteran untuk menjadi vaksinator.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved