Mahfud MD: Ide Vaksin Berbayar Muncul karena Ledakan Covid-19 Varian Delta
Menkopolhukam RI Mahfud MD mengungkap asal mula munculnya ide vaksin Covid-19 berbayar, yakni adanya lonjakan kasus Covid-19 varian Delta.
Menurutnya, proses penyuntikan vaksin Covid-19 harus lah dilakukan dengan hati-hati.
"Itu tak mudah. Menyuntikkan vaksin itu tak cukup 5 menit perorang. Yang akan divaksin harus dicek dulu tensi dan kimia darahnya agar bisa menerima vaksin," jelasnya.
Diketahui sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah resmi membatalkan vaksinasi Covid-19 berbayar untuk individu.
Hal itu disampaikan oleh ekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo dalam konferensi persnya, Jumat (16/7/2021).
"Setelah mendapatkan masukan dan juga respons dari masyarakat, Presiden telah memberikan arahan dengan tegas untuk vaksin berbayar yang rencananya disalurkan melalui Kimia Farma."
"Semuanya dibatalkan dan dicabut," kata Pramono, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Sehingga, seluruh vaksinasi nantinya akan tetap memakai mekanisme seperti yang sudah berjalan saat ini, yakni gratis bagi seluruh masyarakat.
"Semua vaksin tetap dengan mekanisme yang digratiskan seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden sebelumnya," ujar Pramono.
Sedangkan, terkait Vaksinasi Gotong Royong, mekanismenya tetap dilakukan melalui perusahaan, di mana perusahaan yang akan menanggung seluruh biaya vaksinasi bagi karyawannya.
"Dengan demikian mekanisme untuk seluruh vaksin, baik itu yang gotong royong maupun yang sekarang mekanisme sudah berjalan digratiskan oleh pemerintah," ucapnya.
(Tribunnews.com/Shella Latifa)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Mahfud MD Ungkap Asal Muasal Ide Vaksinasi Berbayar: Ledakan Covid-19 Varian Delta