Breaking News:

Seruan Demo 'Jokowi End Game', Mahfud MD: Ada Kelompok Manfaatkan Situasi untuk Serang Pemerintah

Ada seruan Jokowi End Game di masa pandemi Covid-19, Mahfud MD menilai adanya 'kelompok tidak murni' yang selalu memprovokasi menyerang pemerintah.

Editor: Rizki A
Youtube/Kemenko Pulhukam RI
Menko Polhukam Mahfud MD dalam Konferensi Pers terkait Revisi UU ITE Senin (22/2/2021). Ada seruan Jokowi End Game di masa pandemi Covid-19, Mahfud MD menilai adanya 'kelompok tidak murni' yang selalu memprovokasi menyerang pemerintah. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi virus corona penyebab penyakit Covid-19 telah melanda Indonesia selama kurang lebih 1,5 tahun.

Selama masa pandemi Covid-19, Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud Md menyebut ada kelompok yang murni dan tidak murni.

Kelompik murni dan tidak murni ini didasarkan pada aspirasi masyarakat dalam menghadapi pandemi.

“Pemerintah mengetahui ada aspirasi masyarakat yang murni karena memang “ya saya takut Covid tapi gimana ekonomi saya?”. Itu aspirasi murni. Itu kami catat sebagai kondisi kesulitan yang kami catat menghadapi kondisi ini. Pemerintah mendengar dan mengambil pertimbangan. Di antara aspirasi, kadang bertentangan dan harus mengambil keputusan, tapi semua sudah didengar.” ujar Mahfud dikutip dari konferensi pers disiarkan kanal YouTube Kemenko Polhukam RI, Sabtu (24/7/2021) seperti dikutip dari Kompas.TV.

Selain itu, muncul seruan demonstrasi bertajuk 'Jokowi End Game' di tengah masa pandemi COVID-19.

Atas hal tersebut, Mahfud menyoroti adanya 'kelompok tidak murni' yang selalu memprovokasi menyerang pemerintah.

"Pemerintah mengetahui ada sekelompok orang yang memanfaatkan situasi, ada kelompok murni dan ada kelompok tidak murni yang masalahnya itu hanya ingin menentang saja, memanfaatkan situasi apapun yang diputuskan pemerintah itu diserang. Ada yang seperti itu," ujar Mahfud.

Terkait itu, menurut Mahfud, harus hati-hati karena kelompok yang seperti ini kelompok yang tidak murni karena selalu melakukan provokasi dan menyatakan kebijakan pemerintah selalu salah.

"Padahal pada prinsipnya pemerintah terbuka dan merespons segala aspirasi masyarakat namun sebaiknya aspirasi disampaikan melalui jalur komunikasi seperti misalnya melalui virtual meeting, webinar, dialog-dialog di televisi, happening art yang menjaga protokol kesehatan, melalui media sosial, dan sebagainya,” ujar Mahfud.

Membahayakan

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved