Mengenal Sputnik Light, Vaksin Covid-19 Asal Rusia yang Hanya Perlu Satu Dosis Suntikan
Vaksin Sputnik Light diklaim memiliki tingkat kemanjuran (efikasi) sebesar 79,4% dengan harga yang lebih terjangkau; kurang dari 10 US dolar per dosis
TRIBUNTERNATE.COM - Rusia mengembangkan dua vaksin Covid-19 yang diberi nama seperti sebuah satelit era Soviet yang memulai perlombaan luar angkasa.
Kedua vaksin tersebut adalah Sputnik V dan Sputnik Light.
Sputnik V adalah vaksin Covid-19 pertama yang diciptakan oleh Rusia dengan yang terdiri dari dua dosis.
Akhir bulan lalu, Rusia telah mengumumkan akan mulai mengedarkan vaksin Covid-19 terbarunya, yaitu Sputnik Light, yang hanya terdiri dari satu dosis.
Vaksin Sputnik V, yang dikembangkan oleh Gamaleya Research Institute of Epidemiology and Microbiology Rusia, terdiri dari dua adenovirus berbeda yang memerlukan dua vaksinasi terpisah.
Kedua dosis mengandung vektor virus yang tidak bereplikasi.
Dosis pertama menggunakan adenovirus tipe 26 (AD26).
Sedangkan dosis kedua, yang diberikan 21 hari kemudian, mengandung adenovirus tipe 5 (AD5).
Baca juga: Penerima Vaksin Dosis Lengkap di Indonesia Baru 10 Persen, Masih Jauh dari Herd Immunity
Baca juga: Saat Negara Lain Belum dapat Vaksin Pertama, Jerman Justru akan Beri Vaksin Booster untuk Warganya
Baca juga: Tak Perlu Ragu, Vaksin Sinovac Terbukti Cegah Penularan, Rawat Inap, dan Kematian Akibat Covid-19
Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlambat dapat Suntikan Vaksin Covid-19 Dosis Kedua? Ini Saran Ahli
Para peneliti mencatat bahwa menggunakan adenovirus yang sama untuk dua dosis dapat menyebabkan tubuh mengembangkan respons imun terhadap vektor dan menghancurkannya ketika dosis kedua diberikan.
Menggunakan dua vektor berbeda adalah salah satu cara untuk mengurangi kemungkinan respons tubuh alami ini.
Perbedaan Sputnik Light dan Sputnik V
Vaksin Sputnik yang terbaru yaitu Sputnik Light, hanya terdiri dari dosis pertama Sputnik V, yang menggunakan adenovirus AD26.
Vaksin Sputnik Light diproduksi dengan komponen pertama vaksin Sputnik V dalam jumlah yang jauh lebih besar.
Dosis kedua vaksin Sputnik V lebih fluktuatif dan lebih sulit diproduksi daripada yang pertama.
Hal inilah yang mendorong keputusan untuk menyetujui dan mengedarkan versi Sputnik V yang diperkecil (Sputnik Light).
Keuntungan utama dengan dibuatnya vaksin Sputnik Light dibandingkan Sputnik V adalah memungkinkan pengiriman vaksin sekali pakai dengan cepat ke suatu negara di tengah wabah Covid-19 yang sedang meningkat.
Vaksin Sputnik Light memiliki tingkat kemanjuran (efikasi) sebesar 79,4% dengan harga yang lebih terjangkau, yakni kurang dari 10 US dolar per dosis.
Hal ini membuat vaksin Sputnik Light memecahkan tantangan untuk melakukan vaksinasi sekelompok besar orang dalam jangka waktu yang lebih singkat.
Dikutip dari Medical News Today, hal tersebut dinyatakan oleh Kirill Dmitriev, Kepala Dana Investasi Langsung Rusia, yang bertanggung jawab untuk mempromosikan vaksin Sputnik di luar negeri.
Sementara itu, efek samping yang dilaporkan oleh orang-orang yang telah menerima suntikan vaksin Sputnik Light, sejauh ini, mirip dengan vaksin Covid-19 lainnya.
Efek samping tersebut seperti nyeri ringan saat disuntik, demam, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot.
Hingga saat ini, tidak ada laporan tentang efek samping pembekuan darah seperti yang dilaporkan orang sehubungan dengan adanya kasus pembekuan darah dengan vaksin Covid-19 Oxford-AstraZeneca dan Johnson & Johnson.
(TribunTernate.com/Qonitah)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/sputnik-light-vaksin-bvdbhajfkvbjb.jpg)