Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Pakar Komunikasi Politik soal Baliho Puan: Ada yang Ingin Dicapai di Luar Internal jika Lewat Baliho

Pakar Komunikasi Politik, Lely Arrianie mengatakan, ada hal yang ingin dicapai di luar internal partai oleh PDIP jika membangun semangat lewat baliho.

KOMPAS.COM/PUTRA PRIMA PERDANA
Baliho Politisi PDIP Puan Maharani - Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie mengatakan, ada hal yang ingin dicapai di luar internal partai oleh PDIP jika mereka membangun semangat lewat baliho. 

TRIBUNTERNATE.COM - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) melalui salah satu politisinya, Arteria Dahlan mengatakan, pemasangan baliho Puan Maharani dilakukan dalam rangka membangun semangat internal.

Menanggapi pernyataan Arteria itu, Pakar Komunikasi Politik Lely Arrianie mengatakan, ada hal yang ingin dicapai di luar internal partai oleh PDIP jika mereka membangun semangat lewat baliho.

Lely berargumen bahwa jika untuk membangun semangat internal, ada cara lain yang bisa dilakukan yakni melalui selebaran atau pamflet kecil yang diberikan langsung kepada anggota partai.

“Kalau itu misalnya internal, bukankah bisa dibuat selebaran? Pamflet yang kecil-kecil yang bisa dibagikan langsung secara akar rumput yang memang menjadi basis, itu kalau internal ya,” kata Lely dalam pernyataannya yang disiarkan di kanal Youtube KompasTV, Rabu (11/8/2021).

Menurut Lely, jika PDIP melakukan pemasangan baliho, itu artinya ada hal di luar internal yang ingin dicapai oleh PDIP.

“Artinya ada yang ingin dicapai di luar internal kalau lewat baliho. itu tidak bisa diingkari,” sambungnya.

Kemudian, Lely mengatakan, seorang politisi diperbolehkan untuk mempromosikan dirinya melalui baliho.

Namun, ia menyayangkan momentum pemasangan baliho tersebut kurang tepat karena dilakukan di tengah krisis pandemi Covid-19.

Baca juga: Muncul Baliho Puan Maharani di Jawa Timur, Bentuk Kesiapan dalam Pilpres 2024? Ini Kata Pengamat

Baca juga: Bambang Pacul Ibaratkan Puan Teh Botol Sosro di Pilpres 2024, Politisi PDIP: Bukan Sikap Partai

“Kita harus lepaskan dulu persepsi apakah para politisi yang ada di baliho itu boleh beriklan, promosi diri, menjual secara politik? itu boleh, boleh dan boleh.”

“Cuma momentumnya, tadi yang kita pikirkan adalah karena kita mendengar suara rakyat di bawah, saya juga adalah rakyat,” ujarnya. 

Lely mengatakan, rakyat memiliki pendapat bahwa sebetulnya anggaran baliho tersebut dapat digunakan untuk menambah anggaran bantuan sosial (bansos) untuk masyarakat di tengah krisis pandemi Covid-19.

“Yang diinginkan oleh rakyat itu adalah konversi aktivitas. Okelah PDIP, Golkar, Demokrat sudah tiap hari bagi sembako, mungkin tiap menit. Tapi baliho itu sudah mengurangi jatah untuk bagi-baginya. Pikiran rakyat kan sederhana.”

“Kalau nilai baliho itu sekian milyar, maka itu bisa dibagikan untuk menambah sembako yang sudah dibagi tadi.”

“Ini masalahnya rakyat ada yang tersinggung, 'Ini baliho mahal lho' kata rakyat.”

“Tiap hari PDIP bagi-bagi sembako, kita bersyukur, tapi kalau duit baliho juga dibelikan sembako lagi, makin banyak yang bisa diberi,” kata Lely.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved