Breaking News:

Heboh Kasus Fetish Mukena, Pelaku Penyimpangan Seksual Bisa jadi Kriminal Jika Penuhi Unsur Ini

Menurut seksolog klinis, perilaku fetish bisa menjadi perilaku kriminal jika memenuhi unsur tertentu, yaitu tidak adanya persetujuan atau izin.

TribunJatim.com/Kukuh
Korban fetish mukena berinisial JT (20) saat ditemui TribunJatim.com - Menurut seksolog klinis, perilaku fetish bisa menjadi perilaku kriminal jika memenuhi unsur tertentu, yaitu tidak adanya persetujuan atau izin. 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang model di Kota Malang berinisial JT (20) menjadi korban pelecehan seksual berkedok endorsement mukena.

Kasus ini menjadi heboh karena ternyata korbannya tidak hanya satu orang.

Hingga kini sudah ada sepuluh orang yang mengaku menjadi korban pelaku endorsement mukena, dan kasus ini dikenal sebagai kasus fetish mukena.

Seksolog klinis menyebut perilaku fetish tidak selalu menjadi perilaku kriminal.

“Jadi fetish itu sebenarnya termasuk dalam parafilia, atau atypical sexual behaviour. Jadi ini perilaku seksual yang tidak biasa. Ini ada derajatnya untuk bisa sampai kepada parafilia atau penyimpangan perilaku seksual,” kata Zoya Amirin, seorang seksolog klinis, dikutip dari pernyataannya yang disiarkan di kanal Youtube iNews, Sabtu (21/8/2021).

“Meskipun ini adalah sebuah parafilia atau penyimpangan seksual, belum tau perilaku ini kriminal.”

Menurut Zoya, perilaku fetish bisa menjadi perilaku kriminal jika memenuhi unsur tertentu.

“Ketika dia meminta konsensual atau persetujuan, itu tidak menjadikan dia ranah kriminal meskipun dia menyimpang,” terangnya.

Baca juga: Gilang Fetish Kain Jarik Dijatuhi Vonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum Kecewa

Baca juga: Akhirnya Buka Suara, Gofar Hilman Tak Temukan Bukti Keterlibatannya dalam Kasus Pelecehan Seksual

Oleh karena itu, perilaku penyimpangan seksual bisa menjadi kriminal jika tidak ada konsensual atau persetujuan.

Dengan tidak adanya persetujuan atau izin, penyimpangan seksual bisa menjadi pelecehan seksual.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved