Diduga Mengalami Infeksi Pasca-Pasang Behel, Seorang Remaja di Padang Sidempuan Meninggal Dunia
Diduga, setelah korban memasang kawat gigi, terjadi infeksi hebat, sehingga korban membenturkan tubuh ke dinding karena tidak kuat menahan sakit.
TRIBUNTERNATE.COM - Seorang remaja di Kota Padang Sidempuan, Sumatera Utara meninggal dunia setelah pasang kawat gigi atau behel.
Remaja berinisial WA itu mengalami pendarahan hebat di mulut.
Akibat tak kuat menahan rasa sakit, ia diduga sampai membenturkan kepalanya ke dinding.
Kasus meninggalnya WA pun tengah diusut pihak kepolisian.
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Bambang Priyatno mengatakan, korban tidak hanya mengalami luka di mulut, tapi juga di tubuh.
Ada dugaan, korban membenturkan tubuhnya ke dinding lantaran diduga tidak kuat menahan sakit akibat infeksi dari pemasangan kawat gigi yang disinyalir sembarangan.
"Korban mungkin merasakan kesakitan, jadi membenturkan badannya sendiri ke tembok," kata Bambang, Rabu (25/8/2021).
Baca juga: Peluang Duet Jokowi-Prabowo di Pilpres 2024, Ini Tanggapan dari Para Tokoh Partai Politik
Baca juga: Gibran Rakabuming Akui Perintahkan Hapus Coretan Orang Miskin Dilarang Sakit: Itu Kan Rumah Orang
Baca juga: Sempat Viral, Empat Mural di Sejumlah Kota Dihapus Petugas, termasuk Mural Jokowi 404: Not Found

Menurut penjelasan Bambang, pihaknya belum tahu pasti di mana korban memasang kawat gigi.
Hanya saja, kata Bambang, mereka menerima laporan setelah korban meninggal dunia.
Begitu menerima laporan ada anak gadis meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar, polisi langsung menyambangi rumah korban.
Baca juga: Ada Warga Kaya tapi Terima Bansos? Laporkan Lewat Aplikasi Cek Bansos: Ayo Bantu Pemerintah Kawal
Baca juga: Sri Mulyani Buka-bukaan Soal Rencana Vaksin Berbayar pada 2022, Harga Ditentukan Kemenkes
Saat itu terlihat ada bekas luka di mulut korban. Dari pengakuan keluarga, luka di mulut itu bukan karena dianiaya.
Karena ada yang janggal, polisi kemudian meminta keluarga untuk melakukan visum.
Dari hasil visum, diketahui ada yang salah dengan kondisi gigi korban.
Diduga, setelah korban memasang kawat gigi, terjadi infeksi hebat, sehingga korban membenturkan tubuh ke dinding karena tidak kuat menahan sakit.
"Setelah (divisum) itu kita kembalikan ke keluarganya, langsung dikebumikan pada hari itu juga," kata Bambang.