Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

BioFarma Produksi Alat Tes PCR Covid-19 Metode Kumur, Lebih Nyaman Ketimbang Tes Swab RT PCR

Alat tes RT PCR tersebut bernama BioSaliva, alat diagnosis Covid-19 metode kumur yang diproduksi oleh PT Biofarma.

Shutterstock via Kompas.com
ILUSTRASI Kumur - PT BioFarma produksi alat tes PCR metode kumur bernama BioSaliva. 

TRIBUNTERNATE.COM - Selain menggunakan metode swab, saat ini tes polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi Covid-19 ada juga yang menggunakan metode kumur.

Bahkan, dibandingkan dengan metode PCR swab, metode PCR kumur ini diklaim lebih nyaman saat digunakan.

Alat tes RT PCR tersebut bernama BioSaliva, alat diagnosis Covid-19 metode kumur yang diproduksi oleh PT Biofarma.

Seperti diketahui, selama ini Indonesia memiliki tiga alat tes Covid-19 yang digunakan, yakni tes rapid antibodi, tes swab antigen, dan tes swab RT PCR.

Dari ketiga alat tes tersebut, tes swab RT PCR merupakan pemeriksaan baku dan akurat dalam mendeteksi virus corona dengan sensitivitas mencapai 97 persen.

Sama seperti tes RT PCR metode swab, tes PCR metode kumur BioSaliva juga memiliki sensitivitas yang tinggi hingga 95 persen, seperti dikutip dati laman resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

Dengan demikian, alat tes RT PCR metode kumur BioSaliva dapat digunakan sebagai alternatif selain menggunakan PCR Kit.

Sebelumnya, BioSaliva juga telah mendapatkan izin edar dari Kemenkes pada 1 April 2021 dengan Nomor KEMENKES RI AKD 10302120673.

Media pembawa virus ini berfungsi untuk mendeteksi RNA Sars-CoV2 penyebab Covid-19 dengan metode RT PCR menggunakan sampel gargled saliva.

BioSaliva dari PT Biofarma juga dapat disimpan dalam waktu yang lama, yakni hingga dua tahun.

Saat ini, Bio Farma sedang melakukan uji post market di Kemenkes dan di tiga laboratorium lainnya.

Tiga laboratorium tersebut yaitu Laboratorium Mikrobiologi FK UI, Laboratorium Biomedik Lanjut FK Unpad, dan Laboratorium Mikrobiologi Klinik FK Unair.

Baca juga: Sertifikat Vaksin Covid-19 Milik Jokowi Tersebar di Media Sosial, Jubir Presiden: Sangat Disayangkan

Baca juga: Temuan Dokter: Pasien Covid-19 yang Telah Sembuh Alami Kerontokan Rambut hingga 300 Helai per Hari

Alat tes PCR metode kumur BioSaliva produksi PT BioFarma.
Alat tes PCR metode kumur BioSaliva produksi PT BioFarma. (Dok. Kemenkes)

Cara penggunaan BioSaliva

Bagi pengguna yang akan melakukan tes PCR dengan BioSaliva, dianjurkan tidak makan, minum, menggunakan obat kumur, menggosok gigi, mengunyah permen karet, ataupun merokok.

Hal tersebut tidak boleh dialkukan setidaknya 30 menit sebelum tes dengan tujuan untuk meningkatkan akurasi atau ketepatan hasil tes PCR kumur.

Proses pengambilan sampel PCR kumur dengan BioSaliva sendiri cukup mudah dan praktis, tidak perlu melibatkan banyak tenaga medis.

Berikut cara pengambilan sampel PCR kumur dengan BioSaliva:

1. Sebelum berkumur, pasien dianjurkan menarik nafas secara kuat, lalu batuk sedikit untuk mengeluarkan dahak tanpa dibuang.

2. Masukan cairan kumur yang tersedia dalam kemasan BioSaliva ke dalam mulut dan mulailah berkumur di bagian dalam tenggorokkan.

3. Keluarkan cairan kumur dari dalam mulut ke dalam wadah dan campurkan dengan larutan pencampur yang juga tersedia dalam kemasan.

4. Kocok campuran tersebut dan sampel pun siap dites di laboratorium.

Jika sudah, sampel PCR kumur tersebut akan dibawa ke laboratorium untuk diuji menggunakan teknik PCR.

Dalam satu kemasan BioSaliva terdapat petunjuk penggunaan, satu wadah cairan kumur, satu wadah larutan pencampur, dan satu corong.

Baca juga: Tak Perlu Tes PCR, Naik Pesawat di Jawa-Bali Cukup Rapid Test Antigen Jika Sudah Vaksin 2 Kali

Baca juga: Harga Rapid Test Antigen Turun, Tarif Tertinggi di Jawa-Bali Jadi Rp99 Ribu

BioSaliva Diharap Mampu Meningkatkan Kapasitas Tracing Nasional

Produk ini menjawab tantangan laboratorium klinis akan kebutuhan testing dengan kondisi lapangan di Indonesia, yang umumnya jauh dari fasilitas kesehatan.

Diharapkan pula, tes PCR dengan metode kumur ini dapat berkontribusi dalam meningkatkan kapasitas tracing nasional.

Utamanya, untuk kalangan anak-anak dan orang-orang lanjut usia yang membutuhkan kenyamanan lebih dalam pengambilan sampel.

Ke depannya proses pengambilan sampel dapat dilakukan di area non-medis dengan pengawasan tenaga kesehatan, sehingga bisa mengurangi kerumunan dan menghindari kontak.

Proses pengambilan sampel yang praktis juga memungkinkan pengambilan sampel dalam jumlah yang sangat besar, tanpa perlu menambah tenaga medis.

Direktur pemasaran Bio Farma, Sri Harsi Teteki mengatakan, Biofarma terus berkontribusi dalam melakukan proses kemandirian dalam hal diagnosis Covid-19.

“Seperti kita ketahui, banyak sekali produk yang masih impor, sehingga atas riset yang kita lakukan (melalui BioSaliva) mudah-mudahan bisa menjadi pilihan dari Kementerian Kesehatan untuk regulasi ke depannya produk dalam negeri ini bisa diutamakan,” kata Sri Harsi, Kamis (2/9/2021).

(TribunTernate.com)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved