Breaking News:

Kabar Artis

Petisi Boikot Saipul Jamil Tampil di TV dan YouTube telah Ditandatangi Lebih dari 200.000 Orang

Petisi boikot Saipul Jamil tampil di TV & YouTube telah diteken oleh lebih dari 200 ribu pada Sabtu (4/9/2021), bagaimana nasib Saipul selanjutnya?

Editor: Ronna Qurrata Ayun
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Saipul Jamil disambut keluarga dan kerabat keluar dari LP Kelas I Cipinang, Jakarta, Kamis (2/9/2021). Saipul Jamil bebas murni setelah menjalani hukuman pidana penjara terkait kasus pencabulan dan kasus suap. 

TRIBUNTERNATE.COM - Petisi yang mendesak agar pedangdut Saipul Jamil untuk tak lagi tampil di televisi dan YouTube telah diteken oleh lebih dari 200 ribu pada Sabtu (4/9/2021) sore.

Padahal sebelumnya, pada Sabtu (4/9/2021) siang, orang yang ikut menanda tangani petisi tersebut baru mencapai 150.000 pendukung.

Diketahui, Saipul Jamil baru saja melenggang bebas dari penjara pada Kamis (2/9/2021) pagi dari Lapas Cipinang.

Ia terjerat dalam kasus pencabulan di tahun 2016 dan ditetapkan sebagai tersangka, karena terbukti melakukan tindak asusila pada korban berinisial DS.

Tindakan asusilanya itu kemudian membuatnya harus menjalani hukuman penjara selama lima tahun.

Dari tindakannya di masa lalu tersebut, Saipul Jamil kemudian dinilai oleh publik tidak layak untuk kembali tampil di televisi maupun media sosial lain.

Sehingga, muncullah petisi yang berjudul Boikot Saipul Jamil Mantan Narapidana Pedofilia, Tampil di Televisi Nasional dan YouTube.

Petisi tersebut dibuat oleh akun bernama Lets Talk and enjoy di laman change.org, Jumat (3/9/2021).

Petisi tolak Saipul Jamil tampil di televisi nasional dan YouTube.
Petisi tolak Saipul Jamil tampil di televisi nasional dan YouTube. (change.org)

Baca juga: Potret Saipul Jamil yang Resmi Bebas dari Penjara, Dijemput Mobil Mewah dan dapat Bucket Mawar Besar

Baca juga: Setelah Keluar dari Penjara Bulan Depan, Saipul Jamil Siap Jadi YouTuber dan Bikin Konten

Akun ini membuat petisi terkait dengan status sang pedangdut sebagai mantan narapidana pedofilia.

Kemudian petisi ditujukan kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved