Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Penelitian: Orang yang Tidak Divaksinasi, 11 Kali Lebih Mungkin untuk Meninggal karena Covid-19

Penelitian CDC AS menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksinasi memiliki kemungkinan meninggal 11 kali lebih besar karena Covid-19.

Oasissamuel/Dreamstime via openaccessgovernment.org
ILUSTRASI Vaksin Covid-19 Moderna. - Penelitian di CDC Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang belum divaksinasi Covid-19 memiliki kemungkinan 11 kali lebih besar untuk meninggal karena Covid-19, daripada mereka yang sudah divaksinasi penuh. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebuah penelitian di Amerika Serikat menunjukkan bahwa orang yang tidak divaksinasi memiliki kemungkinan meninggal 11 kali lebih besar karena Covid-19, daripada orang yang sudah divaksinasi penuh.

Hasil penelitian ini memperkuat bukti bahwa vaksinasi terus memberikan perlindungan yang kuat, bahkan terhadap virus corona varian delta.

Studi terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS yang dirilis pada Jumat (10/9/2021) ini juga menemukan bahwa orang yang divaksinasi memiliki kemungkinan lima kali lebih kecil untuk terinfeksi Covid-19.

Selain itu, jika orang yang sudah divaksinasi tersebut akhirnya tertular Covid-19, maka kemungkinannya 10 kali lebih kecil untuk merasakan gejala berat sehingga tak perlu sampai dirawat di rumah sakit.

"CDC melihat kasus Covid-19, rawat inap, dan kematian di 13 negara bagian dan menawarkan bukti lebih lanjut tentang kekuatan vaksinasi," kata Dr Rochelle Walensky, direktur CDC, di Gedung Putih pada Jumat (10/9/2021).

"Seperti yang telah kami tunjukkan, penelitian demi penelitian, vaksinasi berhasil," lanjutnya.

Baca juga: Pakar Kesehatan: Orang yang Divaksin 10 Kali Lebih Kecil Kemungkinan Dirawat di RS jika Kena Covid

Baca juga: Indonesia Terima Vaksin Covid-19 Janssen untuk Pertama Kalinya, Hanya Perlu 1 Kali Suntikan

ILUSTRASI Vaksin Covid-19.
ILUSTRASI Vaksin Covid-19. (Freepik)

Namun demikian, hasil penelitian yang menganalisis data dari 600 ribu orang AS antara 4 April hingga 17 Juli 2021, menunjukkan bahwa efektivitas vaksin mungkin saja menurun.

Diketahui, efektivitas vaksin dalam mencegah infeksi Covid-19 turun dari 91 persen menjadi 78 persen.

Mengutip npr.org, hal ini disebabkan oleh virus corona varian delta yang makin dominan.

Penurunan efektivitas tersebut antara lain berkurangnya kekebalan tubuh dan kemampuan varian Covid-19 yang makin baik dalam menghindari sistem kekebalan tubuh.

Dua penelitian lainnya yang diterbitkan pada Jumat (10/9/2021) menunjukkan bahwa efektivitas vaksin berkurang pada orang-orang dewasa yang lebih tua, seperti diwartakan oleh The Strait Times.

Satu penelitian yang dilakukan di lima Veterans Affairs Medical Centre menunjukkan bahwa perlindungan terhadap pasien Covid-19 yang harus dirawat inap menurun seiring bertambahnya usia.

Perlindungan turun menjadi 80 persen untuk mereka yang berusia 66 tahun ke atas.

Sementara, untuk mereka yang berusia 18 hingga 64 tahun, perlindungan menurun menjadi kurang dari 95 persen.

Di sisi lain, dalam penelitian kedua, efektivitas vaksin Covid-19 sangat menurun pada orang dewasa usia 75 tahun.

Baca juga: Wafat 9 Hari Usai Unggah Video, TikToker Ini Menyesal Menunda Vaksin: Seharusnya Aku Tidak Menunggu

Baca juga: China Bangun Pabrik Vaksin di Indonesia, Diklaim Setara Pfizer, PKS Ingatkan Vaksin Merah Putih

ILUSTRASI Vaksin Covid-19 - Dalam foto: Vaksin Johnson and Johnson, Janssen Covid-19 vaccine yang dipajang di klinik vaksinasi Departemen Pemadam Kebakaran Kota Culver di California.
ILUSTRASI Vaksin Covid-19 - Dalam foto: Vaksin Johnson and Johnson, Janssen Covid-19 vaccine yang dipajang di klinik vaksinasi Departemen Pemadam Kebakaran Kota Culver di California. (AFP/PATRICK T. FALLON)
Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved