Viral Media Sosial
Viral Kisah Dosen Selalu Off-Cam saat Mengajar, Ternyata Berjuang Lawan Sakit Ginjal Selama 11 Tahun
Dalam video tersebut, akun @eccediary menceritakan seorang dosen yang tak pernah menampilkan wajahnya saat kelas online.
TRIBUNTERNATE.COM - Kisah seorang dosen yang selalu mematikan kamera saat mengajar, baru-baru ini menjadi viral di media sosial.
Kisah tersebut beredar di media sosial TikTok hingga merembet ke Twitter dan Instagram.
Video kisah sang dosen pertama kali diunggah oleh akun TikTok @eccediary pada Rabu (8/9/2021) lalu.
Dalam video tersebut, akun @eccediary menceritakan seorang dosen yang tak pernah menampilkan wajahnya saat kelas online.
Padahal, semua dosen lainnya selalu menyalakan kamera saat mengajar.
"Punya dosen yang dari awal perkuliahan nggak pernah on cam," kata akun @eccediary dalam videonya.
Baca juga: PPKM Jawa Bali Diperpanjang Lagi hingga 20 September 2021, Ini Skenario Penanganan Covid-19 di 2022
Baca juga: Saat Jokowi Berkunjung di Solo, Mahasiswa yang Bentangkan Poster Pak, Benahi KPK Diamankan Polisi
Baca juga: Harta Kekayaan Pejabat Naik selama Pandemi Covid-19, Febri Diansyah: Ada 2 Hal yang Perlu Diperjelas
Kemudian, saat sedang mengajar, dosen tersebut rupanya tidak sengaja menyalakan kamera.
Alhasil, kondisi sang dosen yang ternyata sedang sakit terlihat oleh para mahasiswanya.
Hal itu lantaran sang dosen mengajar dengan menggunakan selang oksigen.
"Ternyata selama ini Bapak Edi sakit," tambah akun @eccediary.
Sang dosen yang tetap mengajar meski sedang sakit membuat para mahasiswanya menjadi lebih semangat belajar.

"Beliau nggak pernah mengeluhkan soal kondisinya dan tetap semangat mengisi perkuliahan.
Jujur malu sama diriku yang sehat begini tapi kadang nggak semangat buat belajar giat," jelasnya.
Setelahnya, video sang dosen pun menjadi viral di media sosial.
Hingga Senin (13/9/2021), video tersebut telah ditonton sebanyak lebih dari 4,1 juta kali.
Baca juga: Harta Kekayaan 34 Menteri Kabinet Joko Widodo, Ada yang Naik selama Pandemi, Sandiaga Uno Terkaya
Baca juga: Kasus Pemerkosaan 4 Siswi SMA Papua, Komnas Perempuan: Polisi harus Pastikan Korban Terlindungi