Breaking News:

Nyatakan Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap Sudah Sangat Baik, Ilmuwan Nilai Booster Belum Diperlukan

Ilmuwan dari seluruh dunia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 bekerja dengan sangat baik sehingga kebanyakan orang belum membutuhkan booster.

Penulis: Qonitah Rohmadiena | Editor: Rohmana Kurniandari
Freepik
Ilustrasi Vaksin - Sebuah ulasan dari panel ilmuwan dari seluruh dunia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 bekerja dengan sangat baik sehingga kebanyakan orang belum membutuhkan booster. 

TRIBUNTERNATE.COM - Sebuah ulasan dari panel ilmuwan dari seluruh dunia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 bekerja dengan sangat baik sehingga kebanyakan orang belum membutuhkan booster.

Akan lebih baik jika pemerintah berfokus untuk memvaksinasi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dan menunggu lebih banyak data tentang penguat mana, dan pada dosis berapa, yang paling efektif.

Para penulis ulasan tersebut, yang mencakup dua ahli Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA), menerbitkan tulisannya jurnal medis The Lancet.

Mereka mendasarkan penilaian mereka pada berbagai studi observasional dunia nyata serta data dari uji klinis sebelum vaksin disetujui.

"Tidak ada penelitian yang memberikan bukti kredibel tentang penurunan perlindungan secara substansial terhadap penyakit parah," tulis para penulis seperti dikutip dari The Strait Times.

Peneliti mengatakan, kemungkinan juga terdapat risiko efek samping tambahan jika booster diberikan terlalu cepat kepada masyarakat luas.

Peninjauan tersebut dilakukan karena sebagian besar negara dengan persediaan vaksin yang cukup, berdebat apakah akan mengalokasikan dosis untuk suntikan booster untuk menopang kekebalan dan berpotensi membantu menghentikan penyebaran varian delta yang lebih menular.

AS berencana untuk meluncurkan suntikan penguat mulai 20 September mendatang, meskipun rencana tersebut masih memerlukan persetujuan dari FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Baca juga: Telah Berikan Vaksin Covid-19 Booster pada Agustus, Israel Mulai Persiapkan Stok untuk Dosis Keempat

Baca juga: Sindrom Guillain-Barre, Efek Samping Langka Vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson Menyerang Saraf

Ilustrasi suntikan vaksin.
Ilustrasi suntikan vaksin. (Daily Mail UK)

Di antara para ilmuwan di balik kesimpulan tersebut adalah Dr Marion Gruber, yang memimpin Kantor Penelitian dan Peninjauan Vaksin FDA, dan wakilnya, Dr Philip Krause.

Dr Gruber dan Dr Krause adalah dua dari sekelompok staf FDA yang tahun lalu menolak tekanan oleh pemerintahan Trump untuk mempercepat otorisasi vaksin Covid-19.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved