Nyatakan Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap Sudah Sangat Baik, Ilmuwan Nilai Booster Belum Diperlukan
Ilmuwan dari seluruh dunia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 bekerja dengan sangat baik sehingga kebanyakan orang belum membutuhkan booster.
TRIBUNTERNATE.COM - Sebuah ulasan dari panel ilmuwan dari seluruh dunia menyatakan bahwa vaksin Covid-19 bekerja dengan sangat baik sehingga kebanyakan orang belum membutuhkan booster.
Akan lebih baik jika pemerintah berfokus untuk memvaksinasi masyarakat yang belum mendapatkan vaksin dan menunggu lebih banyak data tentang penguat mana, dan pada dosis berapa, yang paling efektif.
Para penulis ulasan tersebut, yang mencakup dua ahli Administrasi Makanan dan Obat-obatan AS (FDA), menerbitkan tulisannya jurnal medis The Lancet.
Mereka mendasarkan penilaian mereka pada berbagai studi observasional dunia nyata serta data dari uji klinis sebelum vaksin disetujui.
"Tidak ada penelitian yang memberikan bukti kredibel tentang penurunan perlindungan secara substansial terhadap penyakit parah," tulis para penulis seperti dikutip dari The Strait Times.
Peneliti mengatakan, kemungkinan juga terdapat risiko efek samping tambahan jika booster diberikan terlalu cepat kepada masyarakat luas.
Peninjauan tersebut dilakukan karena sebagian besar negara dengan persediaan vaksin yang cukup, berdebat apakah akan mengalokasikan dosis untuk suntikan booster untuk menopang kekebalan dan berpotensi membantu menghentikan penyebaran varian delta yang lebih menular.
AS berencana untuk meluncurkan suntikan penguat mulai 20 September mendatang, meskipun rencana tersebut masih memerlukan persetujuan dari FDA dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Baca juga: Telah Berikan Vaksin Covid-19 Booster pada Agustus, Israel Mulai Persiapkan Stok untuk Dosis Keempat
Baca juga: Sindrom Guillain-Barre, Efek Samping Langka Vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson Menyerang Saraf

Di antara para ilmuwan di balik kesimpulan tersebut adalah Dr Marion Gruber, yang memimpin Kantor Penelitian dan Peninjauan Vaksin FDA, dan wakilnya, Dr Philip Krause.
Dr Gruber dan Dr Krause adalah dua dari sekelompok staf FDA yang tahun lalu menolak tekanan oleh pemerintahan Trump untuk mempercepat otorisasi vaksin Covid-19.
Selanjutnya, Dr Soumya Swaminathan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr Ana-Maria Henao-Restrepo dan Dr Mike Ryan juga mengerjakan tinjauan tersebut.
WHO telah mendorong penundaan pemberian vaksin booster secara luas.
Pihaknya mengatakan bahwa akan lebih baik bagi masyarakat jika pemerintah fokus pada program vaksinasi kepada masyaraka yang belum mendapat suntikan, baik karena sentimen anti-vaksin di negara-negara dengan cadangan yang cukup, atau karena mereka tinggal di negara-negara dengan akses vaksin yang minim.
"Bahkan jika dengan suntikan booster pada akhirnya terbukti mengurangi risiko jangka menengah penyakit serius, persediaan vaksin saat ini dapat menyelamatkan lebih banyak nyawa jika digunakan pada populasi yang sebelumnya tidak divaksinasi," tulis para penulis.
Di seluruh studi observasional yang dilakukan sejauh ini, vaksinasi rata-rata 95 persen efektif terhadap penyakit parah, termasuk terhadap varian yang lebih menular seperti delta, dan lebih dari 80 persen efektif untuk mencegah infeksi varian apa pun.
Bahkan di negara-negara dengan tingkat vaksinasi yang tinggi, orang-orang yang tidak divaksinasilah yang mendorong penularan virus dan yang berisiko tinggi menjadi gejala parah.
(TribunTernate.com/Qonitah)