Sosok Co-Pilot Korban Kecelakaan Pesawat Rimbun Air: Anak Bungsu yang Manja dan Dekat dengan Ibunya
Kabar meninggalnya Muhammad Fajar Dwi Saputra yang menjadi co-pilot pesawat itu pun membawa duka bagi sang ibunda, Sri Purwanti (54).
Kata Sunari, keponakannya itu mau bergaul dengan siapa saja, tanpa memandang latarbelakang dan status.
"Sosok Mohammad Fajar itu orangnya sangat humble sekali. Dengan siapapun dia sangat baik, pokoknya luar biasa ramah," ucap Sunari.
Sunari mengungkapkan, Fajar begitu dekat dengannya.
Ada banyak kenangan bersama yang tidak akan mudah dilupakan, salah satunya yakni momen mereka saling berbagi tawa.
"Kebiasaan saya dengan Muhammad Fajar itu ya guyonannya. Kita kadang-kadang suka saling bercanda, main ejek-ejekan. Ya tentu sangat kehilangan," tutur Sunari.
Tiga bulan terakhir Sunari sama sekali tidak bertemu dengan Fajar.
Itu dikarenakan Sunari menderita sakit, dan harus menjalani proses penyembuhan selama tiga bulan.
"Terakhir komunikasi dia sering nyapa, menanyakan kabar, 'Om bagaimana kabarnya? Apa sudah pulih?' begitu," tutur Sunari.
Sunari mengaku sangat terkejut saat mendengar berita jatuhnya Pesawat Rimbun Air PK-OTW yang dikemudikan keponakannya.
Dia sama sekali tidak merasakan firasat apapun, jelang kepergian Fajar ke pelukan Sang Khalik.
"Saya benar-benar tidak merasakan tanda-tanda kepergian Muhammad Fajar. Makanya saya terkejut waktu dapat kabar dari orangtuanya," ucap Sunari.
"Ternyata sampai rumah dapat kabar kecelakaan pesawat," sambung Sunari.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Anak Bontot yang Dikenal Agak Manja Itu Pergi Meninggalkan Sri Purwanti
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/pesawat-rimbun-air-hilang-kontak-di-intan-jaya-papua-rabu-1592021.jpg)