Breaking News:

Johnson & Johnson Ajukan Izin Otorisasi Suntikan Vaksin Booster ke FDA untuk Usia 18 Tahun ke Atas

Johnson & Johnson mengatakan pihaknya telah mengirimkan data ke FDA guna mengajukan otorisasi penggunaan darurat suntikan booster vaksin Covid-19.

AFP/JEROME BROUILLET
Vaksin Covid-19 Johnson & Johnson - 

TRIBUNTERNATE.COM - Johnson & Johnson (J&J) mengatakan bahwa pihaknya telah mengirimkan data ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) guna mengajukan izin otorisasi penggunaan darurat suntikan booster vaksin Covid-19 pada orang berusia 18 tahun ke atas.

J&J mengatakan pengajuannya mencakup data dari studi tahap akhir di Amerika Serikat.

Data tersebut menyatakan bahwa booster yang diberikan 56 hari setelah dosis utama memberikan perlindungan 94 persen terhadap Covid-19 bergejala dan perlindungan 100 persen terhadap gejala berat setidaknya 14 hari suntikan booster diberikan.

Meskipun para ilmuwan masih menimbang-nimbang urgensi suntikan booster ketika begitu banyak orang di AS dan negara-negara lain belum divaksinasi, pemerintahan Biden mendorong masyarakatnya untuk mendapatkan dosis tambahan sebagai penguat perlindungan terhadap varian Delta yang sangat menular.

Melansir The Strait Times, pengajuan J&J dimasukkan setelah FDA menjadwalkan pertemuan pada 15 Oktober 2020 mendatang bersama komite penasihat ahlinya untuk membahas apakah akan mengizinkan suntikan kedua vaksin yang memiliki dosis tunggal itu.

Sementara itu, FDA telah mengesahkan dosis booster vaksin yang dikembangkan oleh Pfizer BioNTech untuk orang berusia 65 tahun ke atas, orang yang berisiko tinggi terkena gejala berat, dan orang lain yang kerap terpapar virus.

Jarum suntik vaksin Johnson and Johnson, Janssen Covid-19 dipajang di klinik vaksinasi Departemen Pemadam Kebakaran Kota Culver di California.
Jarum suntik vaksin Johnson and Johnson, Janssen Covid-19 dipajang di klinik vaksinasi Departemen Pemadam Kebakaran Kota Culver di California. (AFP/PATRICK T. FALLON)

Baca juga: Suntikan Dosis Kedua Vaksin Covid-19 Pfizer & Moderna Tingkatkan Risiko Miokarditis pada Pria Muda

Baca juga: Kemenkes Terbitkan Aturan Baru soal Vaksinasi, Penyintas Covid-19 Bisa Divaksin Sebulan Usai Sembuh

Pfizer juga telah meminta FDA untuk memperluas persetujuan vaksinnya untuk memberikan booster kepada semua orang berusia 16 tahun ke atas.

Namun, regulator memutuskan untuk membatasi penggunaannya, dengan mengatakan bukti menunjukkan bahwa suntikan booster membantu bagi lansia dan kelompok rentan.

Sementara itu, vaksin saingannya yang juga menggunakan mRNA, Moderna, juga mengajukan otorisasi untuk suntikan booster bulan lalu.

Panel FDA mutuskan akan mengadakan pertemuan pada 14 Oktober untuk membahas dosis tambahan vaksin Moderna.

J&J mengatakan pihaknya berencana untuk menyerahkan data ke regulator lain, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Kelompok Penasihat Teknis Imunisasi Nasional (National Immunisation Technical Advisory Groups/NITAG) untuk menginformasikan pengambilan keputusan tentang strategi administrasi vaksin lokal sesuai kebutuhan.

Hingga kini, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) sekitar 15 juta orang Amerika berusia 18 tahun ke atas telah menerima satu dosis vaksin J&J.

(TribunTernate.com/Qonitah)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved