Breaking News:

Rekrutmen 57 Eks Pegawai KPK oleh Polri Dinilai Sarat akan Pelanggaran, Apa Saja?

Ketua LSAK, Ahmad Haron Hariri menyebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan banyak pelanggaran dalam merekrut 57 eks pegawai KPK.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Sejumlah pegawai KPK yang tak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) meninggalkan gedung KPK, Jakarta, Kamis (30/9/2021). 

TRIBUNTERNATE.COM - Rekrutmen 57 eks pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dinilai sarat akan pelanggaran. 

Ketua Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK), Ahmad Haron Hariri menyebut, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo melakukan banyak pelanggaran dalam merekrut 57 eks pegawai KPK.

Satu di antaranya, Polri melanggar UU No 5 tahun 2014 tentang ASN, PP No 11 tahun 2017 tentang Manajemen PNS dan Peraturan Calon PNS Polri.

Terlebih, status 57 eks pegawai KPK saat ini adalah orang bebas.

Artinya, apabila mereka akan direkrut menjadi ASN, mereka wajib melalui persyaratan dan peraturan yang berlaku dan tidak boleh ada keistimewaan.

"Ketika sudah menjadi orang bebas maka ketika direkrut harus dari nol lagi. Ini penting agar Kapolri tidak salah skema," ujar Haron, dalam diskusi daring, Kamis (7/10/2021), dilansir Tribunnews.com.

Menurut Haron, teknis rekrutmen 57 eks pegawai KPK harus jelas, karena Kapolri menjanjikan akan mengangkat mereka sebagai ASN Polri.

Apalagi 57 eks pegawai KPK juga mengajukan beberapa persyaratan, yakni jika direkrut oleh Kapolri mereka harus menjadi penyidik dan ditempatkan di Bareskrim.

Baca juga: Ada Dua Eks Pegawai KPK yang Tahu Soal Orang Dalam Azis Syamsuddin di KPK Sejak Lama

Baca juga: 57 Pegawai KPK yang Dipecat Beri Sinyal Bersedia Tanggapi Tawaran Kapolri: Asal di Dittipikor

"Peraturan CPNS Polri ada syarat umum dan khusus. Ini patut dipertanyakan agar Kapolri bersikap adil," terang Haron.

Selain itu, ia juga mempertanyakan, apakah dalam perekrutan 57 eks pegawai KPK itu ada keistimewaan atau tidak.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved