Senin, 1 Juni 2026
Halmahera Timur
Halmahera Timur Berbenah Menuju Transformasi Kemajuan

Erick Thohir Curhat kepada Jokowi: ''Saat Diperintah Jadi Menteri BUMN, Terus Terang Beban, Bapak''

Setelah dua tahun menjabat, Erick berterus terang mengenai perasaannya saat pertama kali ditunjuk menjadi Menteri BUMN pada Oktober 2019 lalu.

Tayang:
Tribunnews/Herudin
Erick Thohir saat diwawancara secara khusus oleh Tribunnews, di Jakarta, Senin (30/9/2019). Setelah dua tahun menjabat, Erick berterus terang mengenai perasaannya saat pertama kali ditunjuk menjadi Menteri BUMN pada Oktober 2019 lalu. 

Sehingga, Erick bisa fokus untuk merestrukturisasi 108 BUMN menjadi 41 dari 27 klaster menjadi 12.

Tidak hanya soal AKHLAK, Erick juga membuat strategi lain dengan meningkatkan sumber daya manusia (SDM).

Sebab Erick menyebut, transformasi BUMN tanpa transformasi human capital atau SDM tidak ada artinya.

Bahkan, Erick juga mencanangkan terkait kesetaraan gender di dalam kepemimpinan hingga penerapan lima pondasi BUMN.

Erick memiliki target hingga akhir 2021, minimal 15 persen pemimpin BUMN adalah perempuan dan bisa mencapai 25 persen pada 2023.

"Kita penting menekankan kesetaraan gender karena itu kita menekan untuk menderajatkan mendapat 15 persen kepemimpinan perempuan di tahun 2021, di tahun 2023, 25 persen."

"Kita juga harus punya keberpihakan kepada kepemimpinan muda. Karena yang sudah saya sampaikan kepada para Direksi, Allah sudah memberikan kita otak, pikiran, hasil karya yang sangat luar biasa."

"Tetapi tidak memberikan umur Bapak, jadi ada batasannya. Apalagi penduduk Indonesia sendiri mayoritas sekarang muda," jelas Erick.

Jokowi Larang Erick Thohir Suntikan Modal pada BUMN 'Sekarat'

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menutup BUMN yang tidak efektif dan tidak mampu merespons kemajuan zaman dalam perkembangan bisnisnya.

Jokowi meminta tak ada lagi upaya proteksi atau pengamanan terhadap BUMN yang kondisi keuangannya terlihat sakit.

Ia melarang Erick menyuntikkan Penyertaan Modal Negara (PMN) jika ada BUMN yang kondisi keuangannya sakit atau sekarat.

Hal itu disampaikan Jokowi saat memberikan arahan kepada para direktur utama BUMN di Ballroom Hotel Meruorah Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, sebagaimana diunggah Youtube Sekretariat Presiden, Sabtu (16/10/2021).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, (14/10/ 2021).
Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan Terminal Multipurpose Wae Kelambu Pelabuhan Labuan Bajo yang terletak di Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis, (14/10/ 2021). (Sekretariat Presiden)

"Dunia sudah kayak gini, revolusi industri 4.0, distrupsi teknologi, pandemi, dan kalau saudara-saudara tidak merespons dari ketidakpastian ini dan adaptasi secepat-cepatnya. Kalau pak menteri (BUMN) 'Pak ini ada seperti ini perusahaan kondisinya, BUMN', kalau saya langsung, tutup saja. Nggak ada selamet-selametin kalau sudah begitu," cetus Jokowi.

"Kalau yang lalu-lalu BUMN-BUMN kan banyak terlalu keseringan kita proteksi. Sakit tambahi PMN. Sakit, suntik PMN. Maaf, terlalu enak sekali," imbuh Jokowi sambil menggeleng-gelengkan kepala saat memberikan pengarahan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved