Breaking News:

Media Asing Ungkap Keterlibatan Inggris, AI Desak Jokowi Buka Kembali Investigasi Tragedi 1965

Terkuaknya dokumen black propaganda Inggris menjadi contoh betapa masih ada begitu banyak fakta yang masih harus diungkap dari Tragedi 1965.

Editor: Rizki A
Youtube/Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

TRIBUNTERNATE.COM - Beberapa waktu lalu, media Inggris mengungkap keterlibatan pemerintah Inggris dalam tragedi 1965 dan pembubaran Partai Komunis Indonesia (PKI).

Hal ini pun mendapat sorotan dari berbagai pihak, termasuk yayasan Amnesty International (AI) Indonesia.

Direktur Eksekutif AI Indonesia Usman Hamid pun mendesak Presiden Joko Widodo membuka kembali investigasi terkait tragedi 1965 setelah terungkapnya dugaan keterlibatan Inggris dalam peristiwa itu.

Terkuaknya dokumen black propaganda Inggris yang dilaporkan media tersebut, kata dia, adalah contoh betapa masih ada begitu banyak fakta yang masih tersedia dari tragedi 1965

Fakta tersebut, kata Usman, menganulir argumen pemerintah yang menyebut bahwa tragedi tersebut tak mungkin lagi diusut karena jangka waktu yang telah lama dan bukti yang telah hilang.

Usman mengatakan fakta dari media Inggris tersebut sangat berharga untuk bangsa Indonesia mengetahui masa silamnya yang kelam. 

Jika ada kemauan pemerintah untuk menyelesaikannya termasuk melalui proses rekonsiliasi, kata dia, maka fakta itu akan menyumbang sangat besar bagi pencarian kebenaran sejarah masa lalu Indonesia terutama dalam tragedi 1965-1966.

Sayangnya, lanjut Usman, berbagai pelanggaran hak asasi manusia serius termasuk pembunuhan di luar hukum, penghilangan paksa, penyiksaan, pemerkosaan, dan kejahatan kriminal seksual lainnya yang terjadi pada tahun 1965-1966 belum ditangani secara memadai.

Usman mengatakan Presiden Joko Widodo yang mulai menjabat pada bulan Oktober 2014 dalam kampanyenya berjanji untuk meningkatkan penghormatan terhadap HAM dan menangani semua pelanggaran HAM berat di masa lalu melalui sistem peradilan guna mengakhiri impunitas termasuk Tragedi 1965.

“Kami mendesak Presiden Jokowi untuk merealisasikan janjinya itu dan membuka kembali investigasi terhadap Tragedi 1965 untuk menjamin akuntabilitas dan rasa keadilan kepada para penyintas," kata Usman kepada Tribunnews.com pada Selasa (19/10/2021).

Baca juga: Dua Tahun Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin, KontraS: Kebebasan Sipil Memburuk, Aparat Represif

Baca juga: Bupati Kuansing Andi Putra Resmi Jadi Tersangka Kasus Dugaan Suap Izin Perkebunan

Baca juga: Kim Seon Ho Rilis Permintaan Maaf Setelah Skandal Aborsi Mantan Pacarnya Terkuak

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved