Video Mencangkul di Ladangnya Viral, Atlet Peraih Medali Emas di PON XX Papua Ditawari Masuk Polri
Teuku Tegar Abadi menjadi perbincangan karena videonya sedang mencangkul sawah di kampungnya di Tuban viral setelah membela Jatim di PON XX Papua.
TRIBUNTERNATE.COM - Seorang atlet peraih medali emas untuk Jawa Timur di PON XX Papua, Teuku Tegar Abadi, sempat viral di media sosial setelah videonya mencangkul di ladang beredar di dunia maya.
Pasca-viralnya video itu, kini Teuku Tegar Abadi, mendapat berkah.
Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menawari Teuku Tegar Abadi sebagai anggota Koprs Bhayangkara.
Atlet tersebut menjadi perbincangan setelah videonya viral sedang mencangkul sawah di kampungnya di Tuban setelah membela Jatim di PON XX Papua.
Tawaran menjadi anggota polisi sebagai bentuk penghargaan dan komitmen Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta terhadap prestasi Teuku Tegar Abadi.
"Sesuai arahan Bapak Kapolda Jatim, kami akan mendukung Tegar untuk masuk menjadi anggota polisi melalui proses penerimaan rekrutmen Polri yang dibuka nanti," terang Karo SDM Polda Jatim Kombes Harry Kurniawan, Jumat (29/10/2021).
Penawaran itu sejalan dengan keinginan Teuku Tegar Abadi yang bercita-cita menjadi polisi.
Pada 2020 lalu, Teuku Tegar Abadi pernah mengikuti seleksi penerimaan anggota kepolisian, tapi ia gagal.
Kini, cita-cita Teuku Tegar Abadi menjadi anggota polisi semakin menemukan titik terang.
Harry pun berharap, bergabungnya Teuku Tegar Abadi bisa meningkatkan nama baik Polri di mata masyarakat.
"Kehadiran Tegar seorang sosok pemuda yang punya prestasi itu, diharapkan akan membuat nama Polri semakin baik di mata masyarakat, melalui jalur prestasi di olahraga," tandas Harry.
Baca juga: Kadin Indonesia: Presidensi Indonesia di KTT G20 akan Beri Manfaat Ekonomi yang Besar
Baca juga: Hadiri KTT G20 di Italia, Jokowi: Indonesia Ingin G20 Memberikan Contoh dalam Hadapi Perubahan Iklim
Profil Irjen Nico Afinta, Kapolda Jatim yang Tawari Teuku Tegar Abadi Masuk Polri

Irjen Nico Afinta lahir di Surabaya, Jawa Timur pada 30 April 1971.
Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992.
Nico adalah perwira tinggi Polri yang berpengalaman dalam bidang reserse.