Kebakaran Tangki Pertamina di Cilacap Sebabkan Air Sumur Warga Sekitar Tercemar, Tampak Hitam Pekat
Kebakaran yang terjadi di Pertamina RU IV Cilacap, Jawa Tengah menyebabkan air sumur, tanaman hias, serta rumah warga sekitar tercemar asap hitam.
"Dari semalam jam 23.05 WIB itu api sudah bisa dipadamkan sekitar 80 menit, namun kemudian form terbuka dan ada api kedua dan dilakukan fire fighting hingga pagi hari," ujar Nicke dikutip dari Kompas.com, Minggu (14/11/2021).
Baca juga: Diabetes & Hipertensi Jadi Penyebab Sebagian Besar Kematian Covid-19 Malaysia, Bagaimana Indonesia?
Baca juga: Viral Cerita Kurir di Banjarnegara, Tembus Hutan dan Gunung demi COD Permen Seharga Rp153,00
Untuk penanganan api kedua yang dilakukan hingga Minggu (14/11/2021) pagi, cukup membutuhkan waktu ekstra.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono mengatakan, mulai Minggu (14/11/2021) pagi, api yang muncul di tangki 36T102 sudah dipadamkan secara total.
"Dapat kami laporkan informasi terkini terkait dengan insiden penanganan yang telah dilakukan tim 102, bahwa saat ini kebakaran tangki telah dapat dipadamkan secara total tepatnya pukul 07.45 WIB, dan kita telah menyatakan aman pada jam 09.15 WIB," katanya.

Baca juga: Relawan Nilai Pemerintahan Jokowi-Maruf Amin Tangani Pandemi Covid-19 dengan Baik
Baca juga: Partai Golkar Sebut akan Ajak Ganjar Pranowo di Pilpres 2024, Ganjar Tegas Menjawab: Manut Bu Mega
Terkait dengan penanganan, Pertamina melakukan sejumlah strategi pemadaman, sebagai berikut:
- Penyekatan tangki yang terbakar dengan tangki di sekelilingnya.
- Pengendalian fluida di tangki 36T102 dengan petugas melakukan ramper ke tangki lain.
- Cooling atau proses pendinginan di sekitar tangki-tangki yang terbakar di 36T101 maupun 36T103.
Selain itu, Djoko mengatakan, kegiatan pemadaman ini juga mengantisipasi terjadinya kerusakan lingkungan.
"Kemudian kita juga melakukan beberapa strategi untuk mengantisipasi pencemaran lingkungan seperti melakukan stand by peralatan penanganan lolosan minyak di holding bust, dan melakukan pemasangan alat pada parit-parit," ujar Djoko.
Lebih lanjut, dengan terbakarnya 1 tangki dari 228 tangki yang ada di Cilacap, kilang tetap beroperasi seperti biasa.
Sehingga, tidak ada shutdown dari rencana produksi.
Selain itu, mereka juga berkoordinasi dengan TNI dan Polri untuk pengamanan kondisi di sekitar kejadian.
Stok BBM dan elpiji diklaim aman
Pertamina mengungkapkan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir mengenai stok BBM dan elpiji akibat kebakaran yang terjadi di kilang minyak Cilacap.
"Tadi malam, kami cek langsung juga kondisi stok, baik stok di tangki kilang maupun di pipa, di seluruh TBBM, dan stok-stok di SPBU semuanya aman," kata Nicke.
Nicke menjamin pasokan BBM dan elpiji tidak terganggu dengan adanya insiden kebakaran kilang.
"Mohon tidak ada masyarakat yang panic buying karena stok sangat aman," lanjut dia.