Kisah Rumini Korban Erupsi Gunung Semeru Diilustrasikan, Ini Pesan yang Disampaikan Sang Ilustrator
Kisah Rumini pun diangkat menjadi sebuah ilustrasi oleh seorang seniman dan pegiat lingkungan asal Blitar, Jawa Timur, Uky Tantra.
TRIBUNTERNATE.COM - Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada pada Sabtu (4/12/2021) sore sekitar pukul 15:20 WIB lalu menyisakan sejumlah kisah duka.
Salah satunya adalah korban meninggal dunia atas nama Rumini, warga Desa Curah Kobokan.
Rumini ditemukan meninggal dunia dalam keadaan berpelukan dengan ibundanya, Salamah.
Mereka meninggal dunia karena tertimpa bangunan yang roboh akibat erupsi Gunung Semeru.
Pada saat terjadi erupsi Gunung Semeru, Rumini memilih untuk tidak menyelamatkan dirinya sendiri.
Ia justru menemani ibunya yang tak bisa berjalan hingga ajal menjemput mereka.
Kisah Rumini pun diangkat menjadi sebuah ilustrasi oleh seorang seniman dan pegiat lingkungan asal Blitar, Jawa Timur, Uky Tantra.
Ilustrasi tentang Rumini tersebut diunggahnya di akun Facebook pribadinya, Senin (6/12/2021).
Hingga kini ilustrasi karya Uky telah disukai oleh 2,1 ribu pengguna Facebook lainnya dan sudah diunggah ulang oleh warganet di media sosial Instagram dan TikTok.
Baca juga: Ada 9 Kategori, Ini Daftar 90 Topik Paling Dicari Masyarakat Indonesia di Google Sepanjang 2021
Baca juga: PPKM Level 3 Serentak Batal, Mardani Ali Sera: Waspada, Sudah Cukup Kebijakan Plin-plan yang Lalu
Baca juga: BioAcumen Global Rilis PCR Kit Khusus Deteksi Omicron Pertama di Dunia, Seperti Apa Cara Kerjanya?
Ingin Ingatkan Pentingnya Berbakti pada Orang Tua
Saat dikonfirmasi Tribunnews.com, Uky Tantra mengaku kisah bakti Rumini pada Ibu Salamah membuat hatinya bergetar.
Hingga akhirnya ia menjadi terinspirasi dan membuat karya tentang Rumini tersebut.
Kisah Rumini membuat Uky teringat betapa besarnya kasih sayang seorang ibu.
Untuk itu, Uky ingin semua orang bisa mengetahui, betapa pentingnya berbakti kepada orang tua.
"Tentu saja kisah baktinya ibu rumini membuat hatiku bergetar, seorang ibu. Kita semua terutama saya merasa jasa ibu itu sungguh luar biasa. Bahkan kita sulit memikirkan bagaimana kita bisa tumbuh besar tanpa jasa perjuangan seorang ibu."