Vaksinasi Covid19

Mendagri RI Ancam Jatuhi Sanksi pada Daerah yang Tak Capai Target Vaksinasi Covid-19

Tito tak segan-segan akan memberi sanksi pada daerah tersebut, berupa disinsentif atau tak diberikan tambahan Dana Insentif Daerah.

Editor: Rizki A
(KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMO)
Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian saat pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). 

Hingga Akhir 2021, Pemerintah Targetkan 40 Persen Populasi Tervaksinasi Lengkap 

Sementara itu, Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro mengatakan, pemerintah perlu melakukan vaksinasi pada 3,2 juta orang lagi untuk bisa mencapai target 40 persen dari total populasi yang tervaksinasi lengkap.

Dengan melakukan vaksinasi pada 3,2 juta orang lagi, maka capaian dosis lengkap sudah di atas 108 juta atau 40 persen dari total populasi Indonesia.

“Apabila sudah tercapai mencapai 40 persen warga yang tervaksinasi lengkap, lembaran sejarah mengukir kembali nama Indonesia dengan indah, sebagai negara yang sudah melindungi 40 persen warga negaranya sebelum tahun 2021 berakhir,” ungkap Reisa dalam keterangan pers yang ditayangkan virtual Media Center Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) KPCPEN, Jumat (17/12/2021), diberitakan Tribunnews.com sebelumnya.

Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro
Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro (IST)

Jika terwujud maka menjadi pencapaian luar biasa bagi negara kepulauan terbesar di dunia dan negara dengan jumlah penduduk keempat terbesar di dunia yang tersebar di 17 ribu pulau lebih.

“Dan kita optimis, awal tahun depan, Indonesia sudah bisa mencapai target pogram vaksinasinya, memvaksinasi 70 persen warga negaranya,” lanjut Reisa.

Untuk itu, ia mengajak masyarakat untuk segera  melengkapi vaksinasi, apalagi mengingat program vaksinasi untuk anak 6-11 tahun juga telah dimulai pada 14 Desember lalu.

Vaksin dikatakan Reisa menyelamatkan nyawa, memberikan perlindungan dari serangan virus SARS CoV-2 yang terus bermutasi untuk mencari cara masuk ke tubuh manusia.

“Ditemukannya varian Omicron di Indonesia harus membuat kita semakin segera untuk mendapatkan perlindungan penuh, yaitu dengan dua kali vaksinasi."

"Bagi yang belum menerima vaksin dua dosis, jangan ditunda, apalagi tidak dilanjutkan sama sekali,” ujarnya.

Capaian tersebut tidak lepas dari semangat gotong royong dan upaya seluruh elemen bangsa, dengan semangat gotong royong khas Indonesia.

Reisa menyampaikan bahwa tonggak sejarah pengendalian pandemi diawali dengan penyuntikan perdana vaksin COVID-19 pada 13 Januari kepada Presiden Joko Widodo dan beberapa tokoh bangsa.

Ini menandai dimulainya kerja besar program vaksinasi COVID-19 yang menyasar lebih dari 208 juta warga negara.

Kini, ujarnya, sudah hampir 150 juta warga sudah mendapatkan minimal vaksin pertama, sedangkan 105 juta lebih diantaranya sudah divaksinasi lengkap.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved