Virus Corona

Penelitian: 3 Dosis Vaksin Sinovac Gagal Melindungi Seseorang dari Infeksi Covid-19 Omicron

Tiga dosis vaksin Covid-19 Sinovac tidak bisa menghasilkan tingkat antibodi penetralisir yang cukup untuk melindungi seseorang dari Omicron.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
AFP/NICOLAS ASFOURI
ILUSTRASI Vaksin Covid-19 dari Sinovac. 

TRIBUNTERNATE.COM - Dua dosis vaksin Covid-19 yang ditambah satu suntikan booster dari Sinovac Biotech China tidak bisa atau gagal melindungi seseorang dari infeksi Covid-19 varian Omicron.

Melansir The Straits Times, tiga dosis vaksin Covid-19 Sinovac tidak mampu menghasilkan tingkat antibodi penetralisir yang cukup untuk bisa melindungi seseorang dari varian Omicron.

Sementara itu, menurut penelitian dari University of Hong Kong dan The Chinese University of Hong Kong, mereka yang divaksinasi dua dosis Sinovac dan mendapatkan suntikan booster dari BioNTech SE Jerman, secara signifikan tingkat perlindungan antibodinya terhadap Omicron meningkat.

Namun demikian, dua dosis suntikan vaksin dari BioNTech yang ditambah booster vaksin mRNA yang lebih kuat, juga tidak cukup untuk bisa meningkatkan antibodi terhadap Omicron.

Temuan ini sejalan dengan hasil yang diungkapkan oleh sang pembuat vaksin.

Pekan lalu, Sinovac merilis hasil penelitian laboratorium yang mengatakan bahwa 94 persen orang yang mendapat tiga dosis vaksinnya menghasilkan antibodi penetralisir.

Namun, mereka tidak menyebutkan berapa level antibodi yang dihasilkan oleh tiga suntikan vaksin Sinovac.

Baca juga: Studi Tunjukkan Risiko Rawat Inap Kasus Infeksi Varian Omicron Lebih Ringan daripada Delta

Baca juga: Jokowi Cerita Ditolong Kyai saat Vaksin AstraZeneca Ditolak Warga: Ajakan Kyai Betul-betul Berdampak

Para peneliti Hong Kong lalu menetapkan angka ambang batas untuk tingkat antibodi yang dinilai cukup untuk perlindungan diri dari Omicron.

Ambang batas tersebut ditetapkan berdasarkan penelitian sebelumnya yang diterbitkan dalam jurnal Nature Medicine.

Hingga ambang batas ini ditetapkan, pejabat Sinovac tidak kunjung menanggapi panggilan orang-orang yang menunggu komentar mereka.

Sementara itu, masih ada banyak hal yang belum diketahui tentang bagaimana vaksin Sinovac bisa menghalau varian Omicron.

ILUSTRASI Vaksin Sinovac.
ILUSTRASI Vaksin Sinovac. (Covid19.go.id)

Sebelumnya, sudah ada lebih dari 2,3 miliar dosis suntikan vaksin Sinovac yang diproduksi dan dikirim ke sebagian besar wilayah di China dan negara-negara berkembang.

Sejauh ini, Omicron tampaknya 70 kali lebih mudah menular daripada varian Delta.

Untuk itu, kemungkinan dunia harus meluncurkan suntikan booster yang berbeda atau bahkan memvaksinasi ulang masyarakatnya dengan vaksin yang lebih spesifik untuk menghindari penularan Omicron.

Ahli patologi dan virologi Sri Lanka, Dr Malik Peiris dan Dr David Hui melakukan penelitian terhadap produksi antibodi penetral virus dalam darah orang yang divaksinasi dua dosis vaksin yang saat ini digunakan di Hong Kong.

Mereka mengonfirmasi bahwa dua dosis vaksin tidak cukup untuk menangkis Omicron.

Berita itu muncul saat penasihat medis di Hong Kong membuka jalan bagi orang-orang dewasa di kota itu untuk menerima suntikan booster, tanpa peduli merek vaksin apa yang mereka terima di awal.

Sebuah studi terbaru kemudian menunjukkan adanya perbedaan penting di antara mereka.

(TribunTernate.com/Ron)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved