Virus Corona

Studi Tunjukkan Risiko Rawat Inap Kasus Infeksi Varian Omicron Lebih Ringan daripada Delta

Studi baru yang dirilis Rabu (22/12/2021) mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Omicron mungkin tidak berbahaya seperti varian Delta.

Penulis: Rizki A. Tiara | Editor: Ronna Qurrata Ayun
Christof STACHE/AFP
ILUSTRASI Pasien Covid-19 yang harus menjalani rawat inap di rumah sakit - Dalam foto: Tenaga medis bekerja di unit perawatan intensif dengan pasien Covid-19 di sebuah rumah sakit di Freising dekat Munich, Jerman selatan, pada 16 November 2021, di tengah pandemi virus corona Covid-19 yang sedang berlangsung. 

TRIBUNTERNATE.COM - Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru yang terus bermutasi telah berlangsung selama hampir dua tahun.

Selama kurun waktu itu pulalah penelitian terhadap virus corona SARS-CoV-2 beserta mutasi dan turunannya masih dikembangkan demi penanganan pandemi yang lebih efektif.

Saat ini, virus corona varian Omicron menjadi sorotan, sebelumnya varian Delta memancing kekhawatiran global karena keganasannya.

Bahkan, timbul pertanyaan apakah Omicron lebih berat atau justru lebih ringan daripada Delta.

Dua penelitian baru di Inggris memberikan beberapa petunjuk awal bahwa virus corona varian Omicron kemungkinan lebih ringan daripada varian Delta.

Meski demikian, para ilmuwan menekankan bahwa, bahkan jika temuan studi awal ini bertahan hingga beberapa waktu ke depan, setiap pengurangan gejala yang parah perlu diimbangi dengan fakta bahwa Omicron menyebar jauh lebih cepat daripada Delta dan lebih mampu menghindari vaksin.

Banyak kasus infeksi Omicron yang masih bisa membanjiri rumah sakit.

Baca juga: Omicron Merebak, Israel Segera Beri Warganya Vaksin Covid-19 Dosis Keempat, Bagaimana Indonesia?

Baca juga: Penelitian Inggris: Belum Ada Bukti Virus Corona Varian Omicron Lebih Ringan daripada Varian Delta

Namun, studi baru yang dirilis Rabu (22/12/2021) tampaknya mendukung penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa Omicron mungkin tidak berbahaya seperti varian Delta.

Hal ini disampaikan oleh Manuel Ascano Jr., ahli biokimia Vanderbilt University yang mempelajari virus.

“Optimisme hati-hati mungkin adalah cara terbaik untuk melihat hal ini,” katanya.

Analisis dari tim tanggap Covid-19 Imperial College London meneliti tentang risiko rawat inap untuk kasus Omicron di Inggris.

Temuan mereka menemukan orang yang terinfeksi varian tersebut sekitar 20 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit dibandingkan mereka yang terinfeksi varian Delta.

Serta, 40 persen lebih kecil kemungkinannya untuk dirawat di rumah sakit selama satu malam atau lebih.

Analisis itu mencakup semua kasus Covid-19 yang dikonfirmasi oleh tes PCR di Inggris pada paruh pertama Desember 2021 di mana variannya teridentifikasi: 56.000 kasus Omicron dan 269.000 kasus Delta.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved