Aksi Klitih Makin Marak, Masyarakat Yogyakarta Resah hingga Tagar #YogyaTidakAman Menggema
Klitih di Yogyakarta yang kini menjadi aksi brutal malam hari membuat resah masyarakat setempat, pekerja malam khawatir jadi korban.
Dari keterangannya, para remaja itu dimungkinkan masih berumur pelajar.
“Mungkin SMP dan SMA. Mereka saya lihat bawa celurit,” tuturnya.
Arham berharap aksi brutal yang dilakukan oleh orang tak dikenal seperti itu dapat terselesaikan.
Sehingga, ia dan rekan-rekan pengemudi ojol lainnya dapat bekerja dengan tenang saat malam hari.
Dia juga berpesan agar orang tua selalu mengawasi anak-anaknya saat keluar malam.
“Pihak yang paling kecil dulu, dari keluarga dan juga lingkungan sekitar awasilah."
"Misal masih sekolah, ya, sekolahannya bertanggung jawab."
"Kemudian sosialisasi dari pihak-pihak berkaitan, ya, juga harus,” ungkapnya.
“Kalau dibilang kecewa dengan kondisi ini, ya, kecewa."
"Soalnya teman saya ada yang jadi korban, sampai masuk rumah sakit. Sangat merugikanlah,” tegas Arham.
Kekhawatiran yang sama juga dirasakan Suparno, seorang penjual angkringan di seputaran Jalan Mataram, Kota Yogyakarta.
Setiap kali terjadi aksi klitih, esok harinya kejadian itu selalu menjadi bahan perbincangan para pembeli di warungnya.
“Jelas itu meresahkan. Apalagi kami pedagang kalau pulang sampai malam, ya, khwatir juga. Mesti mben ono klitih dadi dongengan,” terang dia.
Suparno meminta aparat penegak hukum dan pemangku kebijakan segera mengatasi kenakalan remaja yang menjelma menjadi tindak kriminal yang mengancam nyawa masyarakat.
“Harus diselesaikan, karena sudah tidak wajar. Mereka bawa senjata tajam kok,” pungkasnya.
