Harga Rokok Resmi Naik Sabtu, 1 Januari 2022 Hari Ini, Simak Harga per Batang dan per Bungkusnya
Setelah mengalami kenaikan cukai rokok, kini harga per bungkus rokok bervariasi dengan yang tertinggi Rp 40.100/bungkus (isi 20 batang).
TRIBUNTERNATE.COM - Pemerintah melalui Kementerian Keuangan RI (Kemenkeu RI) telah menetapkan aturan terkait kenaikan harga rokok di Indonesia per 17 Desember 2021.
Aturan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 192/PMK.010/2021 tentang Tarif Cukai Hasil Tembakau Berupa Sigaret, Cerutu, Rokok Daun atau Klobot, dan Tembakau Iris.
Aturan ini berlaku efektif mulai 20 Desember 2021 lalu.
Dengan begitu, harga rokok di Indonesia resmi mengalami kenaikan per Sabtu (1/1/2022) hari ini.
Dikutip dari Kontan, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati menjelaskan, rata-rata kenaikan tarif cukai rokok adalah sebesar 12 persen.
Kendati demikian, besaran ini lebih rendah dibanding tahun sebelumnya yang sebesar 12,5 persen.
"Ini adalah cukai baru yang akan berlaku mulai bulan Januari. Pak Presiden minta kepada kita segera selesaikan supaya kita tetap bisa menjalankan per 1 Januari," kata Sri Mulyani dalam keterangannya seperti dikutip pada Sabtu (1/1/2022).
Baca juga: Kasus Omicron di Indonesia Bertambah 68, Semuanya Pelaku Perjalanan ke luar Negeri , Total 136 Kasus
Baca juga: Sambut Tahun Baru 2022, Pemuda Ake Gaale di Ternate Bacakan Doa Tolak Bala
Baca juga: Jumlah Kasus Covid-19 Harian Global Tembus Satu Juta per Hari, Pecah Rekor 3 Kali dalam Seminggu
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menuturkan, kenaikan tarif cukai rokok setidaknya mempertimbangkan empat aspek, mulai dari pengurangan konsumsi rokok, perhatian kepada buruh di pabrik rokok, hingga penyebaran rokok ilegal.
Dia berharap, kenaikan cukai mampu mencapai target penurunan prevalensi perokok anak usia 10-18 tahun menjadi 8,83 persen dari target 8,7 persen dalam RPJMN tahun 2024.
Naiknya cukai rokok tahun depan berkontribusi menurunkan produksi rokok sebesar 3 persen dari 320,1 miliar batang menjadi 310,4 miliar batang.
Indeks kemahalan rokok pun menjadi 13,77 persen dari 12,7 persen, dengan target penerimaan APBN dari cukai rokok mencapai Rp 193,5 triliun.
"Prevalensi dari anak-anak yang merokok turun sehingga makin mendekati target dalam RPJMN di 8,7. Tenaga kerja berpotensi turun sebesar 457-990 orang," sebut Sri Mulyani.
Di sisi lain, pihaknya juga mempertimbangkan rerata kenaikan cukai rokok terhadap tenaga kerja atau buruh yang bekerja di pabrik rokok. Oleh karena itu, tarif cukai SKT hanya naik 4,5 persen.
Harga rokok naik
Naiknya tarif cukai rokok ini membuat harga jual eceran (HJE) rokok per bungkus turut merangkak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ternate/foto/bank/originals/rokok.jpg)