Breaking News:

Seorang ASN di Rumah Sakit Umum Ternate Terseret Kasus Dugaan Pengrusakan

Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di RSUD Chasan Boesoirie berinisal SS dilaporkan ke Polres Ternate. 

Penulis: Yasim Mujair | Editor: Rizki A
Pexels.com/EKATERINA BOLOVTSOVA
ILUSTRASI Hukum dan Pengadilan 

TRIBUNTERNATE.COM - Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berdinas di RSUD Chasan Boesoirie berinisal SS dilaporkan ke Polres Ternate. 

SS diduga terseret kasus dugaan tindakan tidak menyenangkan dan pengrusakan

Pelapor yang bernama An Arsad (57) menuturkan, sebelum pelaku masuk ke rumah, ia terlebih dahulu melempari pintu belakang dengan sebuah benda hingga berlubang. 

"Tong (Kita) ke sana lihat pintu sudah lubang, di sini tong kaget," kata Arsad kepada wartawan, Senin (10/1/2022).

Arsad menambahkan, tiba-tiba pelaku langsung berkata dengan ucapan yang tidak pantas (bahasa makian) kepada pelapor.

Kemudian, pelaku hendak memukul pelapor, tetapi beruntung ada dua anaknya yang bernama Iyan Fazriyanti (32) dan Ian setiawan (36) yang menahan pelaku. 

"Saya tidak tahu kenapa sehingga yang bersangkutan berkeinginan untuk memukul saya," ucapnya. 

Lanjutnya, sebelum peristiwa ini terjadi, dirinya sudah melihat SS dan keluarganya sempat bertemu, jadi terkesan sudah ada rencana untuk membuat malu keluarganya. 

"Kejadian tersebut terjadi di 28 Desember 2021, tetapi sehari sebelumnya tepat di tanggal 27 ada satu keluarga mereka yang mengatakan bahwa berkelahi saja nanti kalau sudah di kantor Polisi baru itu urusan mama Niken, yang memiliki suami seorang polisi," ucapnya. 

Dia menambahkan, setelah kejadian pada Selasa 28 Desember 2021, dirinya langsung membuat laporan di Polres Ternate.

Kemudian, polisi menjemput SS untuk dibawa ke Polres Ternate, rupanya di sana sudah ada suami dari Niken yang merupakan oknum anggota Polisi tersebut. 

"Dong (Mereka) punya  ipar polisi itu, so tunggu di SPKT Polres Ternate," jelasnya. 

An Arsad katakan, dirinya berharap kepada Kapolda Maluku Utara, Kapolres Ternate, dan Direktur RSUD Chasan Boesorie, untuk memproses hukum pelaku. 

"Dia (pelaku, red,) seorang ASN, semestinya dia harus bisa menjaga sikapnya, sebab dia adalah contoh bagi masyarakat," pungkasnya.

(TribunTernate.com/Yasim Mujair)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved