Breaking News:

Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK, Jokowi Mania Sebut Ubedillah Badrun Hanya Pansos: Berhasil

"Motifnya kan bukan politik, kalau bagi saya motifnya motif kampungan, motif pansos [panjat sosial]," kata Waketum Jokowi Mania, Bambang Sri Pujo.

Penulis: Ronna Qurrata Ayun | Editor: Rizki A
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Gibran Rakabuming (kanan) dan Kaesang Pangarep saat menghadiri peluncuran kolaborasi Mangkok Ku dan Goola, di Jakarta, Senin (21/10/2019). 

TRIBUNTERNATE.COM - Wakil Ketua Umum Relawan Jokowi Mania, Bambang Sri Pujo Sukarno Sakti mengatakan, tujuan Dosen UNJ yang melaporkan Gibran dan Kaesang atas dugaan TPPU dan KKN hanyalah untuk panjat sosial (pansos).

Hal tersebut disampaikan Bambang Sri Pujo saat berbincang dalam Kompas Petang, Selasa (12/1/2022) yang juga disaksikan langsung oleh sang pelapor, Ubedillah Badrun.

Menurut Bambang, bukti-bukti yang dilampirkan Ubedillah untuk melaporkan Gibran dan Kaesang terkait kasus dugaan TPPU dan KKN tidaklah cukup untuk membuktikan bahwa kedua putra Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersalah.

"Jadi begini, interpretasi itu nggak cukup di mata hukum. Orang ngelaporin orang itu bisa-bisa saja, tapi belum tentu orang yang dilaporkan bersalah," ucap Bambang dikutip dari kanal YouTube KOMPASTV, Rabu (12/1/2022).

Sebaliknya, Bambang justru mewanti-wanti Ubedillah Badrun untuk bersiap dalam menghadapi konsekuensi laporannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Alih-alih membuktikan bahwa Gibran dan Kaesang bersalah, Bambang mengatakan bahwa Ubedillah mungkin saja malah akan terkena pasal pemalsuan surat-surat.

Baca juga: Gibran dan Kaesang Dilaporkan ke KPK, Moeldoko: Jangan Mudah Menilai Anak Pejabat Negatif

Baca juga: Tanggapi Laporan Dugaan TPPU Gibran dan Kaesang, KPK: Tidak Melihat Bapaknya Siapa

"Namun, dampak hukum bagi pelapor itu sudah pasti ada [pasal] 263, 266. Sehingga kalau cuma data-data yang kaya gitu ataupun putusan pengadilan.. [tidak cukup]," tutur Bambang.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Relawan Jokowi Mania itu mengaku siap membantu kedua putra Jokowi untuk melawan laporan dari Ubedillah Badrun.

Dia pun menyebut bahwa apa yang dilakukan Ubedillah hanyalah panjat sosial semata untuk mendapatkan status sosial yang lebih tinggi.

"Pelapor harus tahu ada dampaknya, apalagi pelapor ASN, dampak itu yang harus disiapkan. Kalau kita sudah siap, alat bukti itu nggak cukup."

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved