Pertama Kali dalam Sejarah, 11 Perempuan di Susunan PBNU Masa Khidmat 2022-2027, Ini Profil Mereka
Pertama kali dalam sejarah, sepanjang 96 tahun kalender Masehi sejak NU berdiri, perempuan masuk dalam jajaran kepengurusan PBNU.
Setelah jabatannya menjadi DPD RI selesai, ia memilih kembali mendampingi sang suami mengurus pondok pesantren dan masyarakat.
2. Sinta Nuriyah A Wahid

Dilansir TribunnewsWiki, Sinta Nuriyah A Wahid lahir di Jombang, Jawa Timur pada 8 Maret 1948.
Ia adalah istri Presiden keempat RI, Abdurrahman Wahid alias GusDur.
Selama ini, Sinta dikenal sebagai aktivis pendukung Islam moderat.
Ia juga aktif memperjuangkan hak-hak perempuan, utamanya di komunitas masyarakat Islam.
Dilatarbelakangi keinginannya itu, Sinta pun membangun sebuah yayasan bernama Puan Amal Hayati.
Nama Puan berasal merupakan kepanjangan dari Pesantren untuk Pemberdayaan Perempuan dan Anak.
Baca juga: Penelitian: Tak Ada Kekebalan Terhadap Covid-19 Omicron Jika Tidak Divaksinasi Booster
Baca juga: Jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Masa Khidmat 2022-2027
3. Machfudhoh Aly Ubaid

Dikutip dari muslimatnu.or.id, Machfudhoh Aly Ubaid lahir di Jombang, Jawa Timur pada 12 Maret 1944.
Ia adalah putri pertama dari KH Wahab Chasbullah, satu diantara pelopor berdirinya NU.
Kariernya di dunia politk berawal saat Machfudhoh kerap diajak Ketua Umum PP Muslimat NU, Asma Sahroni, diskusi mengenai permasalahan yang terjadi di masyarakat.
Bermula dari diskusi itu, Machfudhoh kemudian menjadi Ketua Umum Fatayat NU pada 1976.
Setelahnya, ia tercatat pernah menjabat sebagai Ketua I Pucuk Pimpinan Muslimat NU dan A'wan PBNU.
Selain di NU, Machfudhoh juga aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).