Breaking News:

Bea Cukai Ternate Bakal Buat Database Eksportir untuk Dorong Hasil Komoditi Maluku Utara

Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ternate bakal buka database eskportir.

Penulis: Randi Basri | Editor: Rohmana Kurniandari
TribunTernate.com/Randi Basri
Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Shinta Dewi Arini 

TRIBUNTERNATE.COM - Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Ternate buka database eskportir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi ekspor pada komoditas usaha kecil menengah di sektor perikanan dan pertanian.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Bea Cukai Ternate, Shinta Dewi Arini, usai kegiatan menggali potensi ekspor komoditi non tambang asal Maluku Utara yang berlangsung di kantor Bea Cukai Ternate, Jumat (14/1/2022).

Shinta menyatakan, kegiatan pelatihan yang dilakukan bersama Apindo Malut ini bertujuan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi ekspor pada komoditas usaha kecil menengah di sektor perikanan dan pertanian yang ada di Maluku Utara.

Tentu melalui kegiatan pelatihan seperti ini Bea Cukai akan secara terbuka mendukung kegiatan tersebut dilakukan secara reguler.

Tujuannya agar bisa mendorong ekspor hasil pertanian dan perikanan di Maluku Utara.

Baca juga: Dinas Pendidikan Akui Kota Ternate Krisis Tenaga Pendidik

Baca juga: Dua Desa di Halmahera Utara Akhirnya Dapat Menikmati Listrik PLN

Bea Cukai juga akan tetap mendorong dan siap memfasilitasi setiap kegiatan yang menyangkut dengan gerakan pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara.

"Kedepan kita akan siap memfasilitasi dan akan kita buat database eksportir, dan akan dikemas dengan baik sehingga bisa membantu untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Maluku Utara," ungkap Shinta.

Dia juga mengaku, hal ini akan terus diupayakan dan butuh kerja sama dengan baik agar tahun ini Maluku Utara bisa gencar melakukan ekspor langsung dari Maluku Utara sendiri.

Bea Cukai berharap produk di Maluku Utara tidak lagi dijual ke daerah lain dan diekspor dari daerah lain, namun saatnya Maluku Utara berdiri di atas kaki sendiri.

"Jika ekspornya putus di Ternate maka hasilnya bakal dikembalikan lagi ke Ternate, seperti itu yang kita harapkan. Yang kita punya produk tapi ekspornya dari daerah lain, jangan lagi yang kayak begitu," cetusnya.

Apalagi kata Shinta, produk yang dikirim ke luar negeri bisa mentah bisa juga produk jadi.

"Namun produk jadi nilai jualnya lebih besar ketimbang produk mentah, karena produk jadi dapat menarik banyak investasi. Karena kita punya produk yang siap diekspor dari daerah kita sendiri," tandasnya.

(TribunTernate.com/Randi Basri)

Sumber: Tribun Ternate
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved